Denpasar (Antara Bali) - Nilai ekspor ikan dalam kaleng Bali selama Januari hingga Mei 2013 mencapai 8,90 juta dolar AS atau turun 30,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2012 yang mencapai 12,82 juta dolar AS.

"Dari segi volume pengapalan komoditas tersebut untuk ekspor juga berkurang 35,76 persen dari 4.512,1 ton pada lima bulan pertama tahun 2012 menjadi 2.898,72 ton pada periode yang sama 2013," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan ikan siap saji itu merupakan salah satu dari enam jenis komoditas hasil industri pengolahan yang mampu menembus pasar luar negeri, terutama Jepang dan sejumlah negara lainnya.

Pengapalan komoditas itu memberikan kontribusi sebesar 4,11 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 216,92 juta dolar AS.

Ketut Teneng menjelaskan selain ikan dalam kaleng, komoditas lain hasil industri kecil meliputi komponen rumah jadi, plastik, sepatu, tas serta tekstil dan produk tekstil (TPT).

Ia menambahkan perolehan devisa dari ekspor ikan dalam kaleng menempati posisi kedua setelah TPT yang mencapai 60,65 juta dolar AS, menyusul kerajinan industri plastik 6,68 juta dolar AS.

Selain itu ekspor komponen rumah jadi sebesar 382.677 dolar AS, sepatu 1,07 juta dolar dan tas 842.310 dolar AS.

Ketut Teneng menambahkan Jepang menyerap ikan dalam kaleng dari Pulau Dewata sebesar 37,05 persen, menyusul Amerika Serikat 25,45 persen, Australia 3,52 persen, Singapura 0,44 persen, China 10,58 persen, Hong Kong 3,16 persen dan Prancis 0,72 persen.

"Selain itu juga menembus pasar Belanda 0,98 persen, Inggris 0,47 persen, Jerman 0,96 persen dan sisanya 16,67 persen ke sejumlah negara lainnya," tutur Ketut Teneng.  (WRA) 

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026