• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bali
Sabtu, 31 Januari 2026
Antara News bali
Antara News bali
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Usai dari Swiss, Prabowo terbang ke Paris dan dijamu Macron di Istana lyse

      Usai dari Swiss, Prabowo terbang ke Paris dan dijamu Macron di Istana lyse

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:27

      Prabowo kunjungi IKN beri koreksi soal desain

      Prabowo kunjungi IKN beri koreksi soal desain

      Selasa, 13 Januari 2026 20:37

      Sekda Denpasar: Disiplin dan kinerja baik jadi resolusi tahun baru

      Sekda Denpasar: Disiplin dan kinerja baik jadi resolusi tahun baru

      Selasa, 6 Januari 2026 5:45

      Pemkab Badung perkuat tata kelola ruang untuk cegah bencana

      Pemkab Badung perkuat tata kelola ruang untuk cegah bencana

      Minggu, 14 September 2025 22:04

      Wamen BUMN: ANTARA miliki peran ganda strategis di ekosistem jasa informasi

      Wamen BUMN: ANTARA miliki peran ganda strategis di ekosistem jasa informasi

      Senin, 25 Agustus 2025 15:34

  • Updates
    • Gunung Semeru kembali erupsi, tinggi letusan 1 kilometer

      Gunung Semeru kembali erupsi, tinggi letusan 1 kilometer

      Jumat, 30 Januari 2026 8:56

      Akademisi ungkap penularan virus Nipah di RI masih terdeteksi pada kelelawar

      Akademisi ungkap penularan virus Nipah di RI masih terdeteksi pada kelelawar

      Kamis, 29 Januari 2026 18:16

      Antisipasi virus Nipah, Karantina Denpasar waspadai rute penerbangan dari India

      Antisipasi virus Nipah, Karantina Denpasar waspadai rute penerbangan dari India

      Kamis, 29 Januari 2026 18:04

      Siapkan payung, BMKG prakirakan Denpasar hujan ringan Kamis ini

      Siapkan payung, BMKG prakirakan Denpasar hujan ringan Kamis ini

      Kamis, 29 Januari 2026 7:21

      Menteri PPPA pastikan siswi SMP Denpasar korban asusila dapat bantuan hukum

      Menteri PPPA pastikan siswi SMP Denpasar korban asusila dapat bantuan hukum

      Rabu, 28 Januari 2026 21:33

  • Ekonomi
    • Konjen China: Kami buka peluang ekspor produk arak Bali

      Konjen China: Kami buka peluang ekspor produk arak Bali

      Jumat, 30 Januari 2026 23:29

      Ketua DK OJK Mahendra Siregar mundur

      Ketua DK OJK Mahendra Siregar mundur

      Jumat, 30 Januari 2026 19:03

      Pemerintah: "Free float" 15 persen akan pulihkan kepercayaan pasar

      Pemerintah: "Free float" 15 persen akan pulihkan kepercayaan pasar

      Jumat, 30 Januari 2026 18:33

      Wamen KP RI ajak negara kepulauan lain selamatkan laut

      Wamen KP RI ajak negara kepulauan lain selamatkan laut

      Jumat, 30 Januari 2026 14:33

      ITDC perluas fasilitas pengolahan sampah 3R di Nusa Dua

      ITDC perluas fasilitas pengolahan sampah 3R di Nusa Dua

      Jumat, 30 Januari 2026 11:52

  • Humaniora
    • Unud Bali adakan pameran pendidikan jaring mahasiswa baru

      Unud Bali adakan pameran pendidikan jaring mahasiswa baru

      Sabtu, 31 Januari 2026 6:36

      Ada 1.000 beasiswa yang disalurkan Bupati Gianyar Bali pada 2026

      Ada 1.000 beasiswa yang disalurkan Bupati Gianyar Bali pada 2026

      Jumat, 30 Januari 2026 18:46

      ANTARA raih dua penghargaan BPOM sebagai media terbaik 2025

      ANTARA raih dua penghargaan BPOM sebagai media terbaik 2025

      Jumat, 30 Januari 2026 18:22

      Peserta magang asal Jembrana tewas di Malaysia

      Peserta magang asal Jembrana tewas di Malaysia

      Jumat, 30 Januari 2026 17:51

      Siap-siap! hujan ditambah petir diprakirakan dominasi guyur kota besar

      Siap-siap! hujan ditambah petir diprakirakan dominasi guyur kota besar

      Jumat, 30 Januari 2026 6:29

  • Pariwisata
    • Kemenpar: Kami tunggu kebijakan Kemenkes soal Nipah sebelum ambil langkah

      Kemenpar: Kami tunggu kebijakan Kemenkes soal Nipah sebelum ambil langkah

      Jumat, 30 Januari 2026 15:09

      Legislator: Sport & Wellness Tourism jadi peluang baru pariwisata di Bali

      Legislator: Sport & Wellness Tourism jadi peluang baru pariwisata di Bali

      Jumat, 30 Januari 2026 14:38

      Bupati Badung dialog dengan warga cari solusi rekayasa lalin pariwisata

      Bupati Badung dialog dengan warga cari solusi rekayasa lalin pariwisata

      Selasa, 27 Januari 2026 21:48

      Pemkab Bangli pertahankan bagi hasil retribusi Desa Penglipuran

      Pemkab Bangli pertahankan bagi hasil retribusi Desa Penglipuran

      Minggu, 25 Januari 2026 20:38

      PHRI Bali periode baru fokus kumpulkan data usaha pariwisata Pulau Dewata

      PHRI Bali periode baru fokus kumpulkan data usaha pariwisata Pulau Dewata

      Jumat, 23 Januari 2026 18:39

  • Fokus Hoax
    • Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Senin, 12 Januari 2026 7:25

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Minggu, 3 Desember 2023 22:19

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Minggu, 26 November 2023 15:28

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Rabu, 15 November 2023 21:16

      Kemenkominfo ingatkan penyebar hoaks Pemilu 2024 bisa di penjara

      Kemenkominfo ingatkan penyebar hoaks Pemilu 2024 bisa di penjara

      Jumat, 27 Oktober 2023 16:49

  • Olahraga
    • AS Roma lolos 16 besar usai imbang 1-1 lawan Panathinaikos di Liga Europa

      AS Roma lolos 16 besar usai imbang 1-1 lawan Panathinaikos di Liga Europa

      Jumat, 30 Januari 2026 9:15

      Aston Villa menang 3-2 kontra Salzburg

      Aston Villa menang 3-2 kontra Salzburg

      Jumat, 30 Januari 2026 9:13

      Persik Kediri beresi bagian pertahanan jelang hadapi Bali United

      Persik Kediri beresi bagian pertahanan jelang hadapi Bali United

      Jumat, 30 Januari 2026 6:33

      Pemkab Gianyar seleksi atlet untuk Pekan Olahraga Pelajar dengan skema baru

      Pemkab Gianyar seleksi atlet untuk Pekan Olahraga Pelajar dengan skema baru

      Kamis, 29 Januari 2026 22:54

      Florian Wirtz, pemain termahal 2025 dengan nilai transfer Rp2,30 triliun

      Florian Wirtz, pemain termahal 2025 dengan nilai transfer Rp2,30 triliun

      Kamis, 29 Januari 2026 7:35

  • Taksu
    • Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Kamis, 29 Januari 2026 15:31

      PHDI pastikan legalitas usai menang gugatan ke-10

      PHDI pastikan legalitas usai menang gugatan ke-10

      Minggu, 25 Januari 2026 13:59

      Tokoh lintas agama di Bali berdoa untuk Nusantara

      Tokoh lintas agama di Bali berdoa untuk Nusantara

      Minggu, 18 Januari 2026 13:27

      Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spiritual

      Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spiritual

      Kamis, 15 Januari 2026 9:40

      Kemenag dukung pemerataan layanan pendidikan Hindu

      Kemenag dukung pemerataan layanan pendidikan Hindu

      Jumat, 9 Januari 2026 20:44

  • Artikel
    • Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Selasa, 20 Januari 2026 15:54

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Jumat, 5 Desember 2025 16:54

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Minggu, 21 September 2025 19:14

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Rabu, 20 Agustus 2025 15:44

      Pengembangan satuan TNI, dari Kopassus, Marinir, hingga Kopasgat

      Pengembangan satuan TNI, dari Kopassus, Marinir, hingga Kopasgat

      Minggu, 10 Agustus 2025 10:28

  • Seni dan Hiburan
    • Polisi selidiki asal "whip pink" di apartemen Lula Lahfah

      Polisi selidiki asal "whip pink" di apartemen Lula Lahfah

      Sabtu, 31 Januari 2026 8:02

      Lisa Blackpink syuting di Kota Tua Jakarta, polisi rekayasa lalu lintas

      Lisa Blackpink syuting di Kota Tua Jakarta, polisi rekayasa lalu lintas

      Kamis, 29 Januari 2026 19:38

      Demi Caper, berat badan Amanda Manopo naik 14 kg

      Demi Caper, berat badan Amanda Manopo naik 14 kg

      Kamis, 29 Januari 2026 19:11

      Film Para Perasuk berlaga di Sundance Film Festival 2026

      Film Para Perasuk berlaga di Sundance Film Festival 2026

      Selasa, 27 Januari 2026 7:50

      Luna Maya beri sinyal hanya film Suzzanna 3 jadi proyeknya 2026

      Luna Maya beri sinyal hanya film Suzzanna 3 jadi proyeknya 2026

      Senin, 26 Januari 2026 18:15

  • Foto
    • Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Minggu, 28 Desember 2025 9:32

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Sabtu, 27 Desember 2025 21:53

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Kamis, 18 Desember 2025 5:42

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Kamis, 18 Desember 2025 5:37

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Kamis, 18 Desember 2025 5:33

  • Video
    • Pertemuan CSA ke-30, jaga sumber daya tuna di Samudera Hindia

      Pertemuan CSA ke-30, jaga sumber daya tuna di Samudera Hindia

      Jumat, 30 Januari 2026 23:17

      Indonesia soroti perlindungan laut dan pariwisata berkelanjutan

      Indonesia soroti perlindungan laut dan pariwisata berkelanjutan

      Jumat, 30 Januari 2026 18:53

      Hari Arak Bali, Kemenperin serahkan izin usaha arak ke Pemprov Bali

      Hari Arak Bali, Kemenperin serahkan izin usaha arak ke Pemprov Bali

      Jumat, 30 Januari 2026 8:54

      Bandara Bali - BBKK perketat pengawasan penumpang cegah virus nipah

      Bandara Bali - BBKK perketat pengawasan penumpang cegah virus nipah

      Kamis, 29 Januari 2026 22:28

      Kaesang ajak kader PSI "siap perang" untuk 2029

      Kaesang ajak kader PSI "siap perang" untuk 2029

      Minggu, 25 Januari 2026 3:36

  • English

Kelangsungan Subak Di Masa Mendatang

Sabtu, 3 Agustus 2013 19:25 WIB

Organisasi pengairan tradisional bidang pertanian (Subak) di Bali hingga sekarang masih merupakan yang terbaik diantara sistem pertanian yang ada di Indonesia maupun di berbagai negara dalam mengintensifkan pembangunan sektor pertanian.

Sawah dan subak di Bali itu kala dibangun mulai abad XI (tahun 1071), sanggup tampil sebagai organisasi yang mampu memberikan dukungan terhadap proses pembangunan pertanian pada setiap zamannya.

"Namun dapatkah kita membayangkan tatkala sawah dan subak itu mulai dibangun? Pastilah dengan berdarah-darah. Karena tidak gampang membangun sawah di kawasan Bali yang berlereng-lereng. Bahkan setelah menjadi sawah, maka sawah itupun harus dibela dan dipertahankan dengan berdarah-darah," tutur Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana Prof Dr I Wayan Windia, MS (64).

Pria kelahiran Sukawati, Kabupaten Gianyar, 15 Desember 1949 menjelaskan, pada zaman kerajaan tercatat perang Badung dan Mengwi pada Abad ke-13, salah satu pertaruhannya adalah niat dari kedua kerajaan untuk menguasai Tukad Mambal.

Hal itu atas dasar pertimbangan, jika Sungai (Tukad) Mambal dapat dikuasai akan ada jaminan terhadap sistem irigasi bagi sawah-sawah di kerajaan masing-masing. Dengan demikian betapa pentingnya keberadaan sawah bagi kerajaan, karena sawah dan aktivitas pertanian merupakan salah satu landasan kultural kerajaan.

Alkisah, pada akhir awal Abad sepuluh terjadi bencana dahsyat di Jawa, sebagai akibat meletusnya Gunung Merapi. Penduduk melakukan eksodus ke arah timur, diantaranya dipimpin oleh Mpu Sendok yang kemudian mendirikan Kerajaan Kahuripan yang dibangun di hulu Sungai Berantas, sekitar kaki Gunung Semeru.

Di pihak lain, karena adanya pewisik, maka satu rombongan lainnya yang dipimpin Raja Sri Kesari Warmadewa yang juga dikenal Sri Ugrasena Warmadewa menuju Sanur (Bali) dengan didampingi Rsi Markandya.

Kehadirannya di Pulau Dewata sebagai pertanda, bahwa Warmadewa telah menguasai Bali, ditandai dengan adanya Prasasti Belanjong bertahun 913, yang menyebutkan tentang kawasan darat, diantaranya menyebut kata Walidwipa.

Dengan menyebut kata Walidwipa (Pulau Bali), maka hal itu dianggap sebagai pertanda bahwa pada saat itu Warmadewa berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dan menguasai Pulau Bali.

Wayan Windia yang juga guru besar Fakultas Pertanian Unud itu menambahkan, patut dicatat penetapan sebuah prasasti merupakan lambang dari sebuah kemenangan. Setelah mengalami proses panjang dalam sejarah raja-raja di Bali, maka akhirnya muncul berbagai prasasti yang menyebut kata sawah, parlak atau mal (ladang), dan kebwan (kebun).

Prasasti itu muncul dalam masa pemerintahan Raja Udayana (989-1011), namun kata subak mulai muncul dalam Prasasti Pandak Bandung, tahun 1071. Sementara itu juga patut digaris bawahi bahwa bercocok tanam dengan sistem pengairan yang teratur telah diyakini ada beberapa abad sebelumnya,

Seperti yang tercatat dalam Prasasti Sukawana (tahun 882) dan Prasasti Bebetin (tahun 896) mengungkapkan pembuatan trowongan telah dikenal di Bali pada tahun 896 serta juga menyebutkan bahwa Rsi Markandya adalah adik kandung dari Rsi Trinawindhu, yang hidup pada zaman Kerajaan Kediri, Jawa Timur.

Berkait dengan cerita itu, Rsi Markandya disebutkan datang ke Bali pada Abad ke 12-13. Jika hal itu benar, maka Rsi Markandya yang dikenal sebagai arsitek pembangunan sawah dan subak di Bali, harus bolak-balik Jawa-Bali.

Pada abad X hingga XIII sesuai catatan wacana para ahli bahwa umur manusia pada zaman itu, sangat panjang. Tidak seperti zaman sekarang, di mana umur manusia maksimal 100 tahun.

"Tentu juga dapat dibayangkan betapa susahnya membangun sawah dan subak di Bali, karena masyarakat harus merabas hutan dan membangun trowongan, sehingga diperlukan komitmen, kerja keras, disiplin, bahkan tetesan darah, air mata, dan tentu saja tetesan keringat," tutur Prof Windia.


Kini sawah dijual

Prof Windia yang juga Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Udayana itu merasa prihatin terhadap kondisi sawah dan subak yang terjadi selama ini di Pulau Dewata.

Masyarakat Bali banyak menjual warisan sawah yang dibangun oleh leluhurnya, sekitar 11 abad yang lalu. Bahkan mereka menjualnya mungkin juga dengan "tetesan darah", karena mereka (para pewarisnya) tidak jarang harus bersitegang, berkelahi, dan sampai ke pengadilan untuk memperebutkan rupiah demi rupiah dari sawah warisan leluhurnya tersebut.

Dalam lima tahun terakhir sawah di Bali berkurang lebih dari 1000 haktare per tahun dan lima tahun sebelumnya berkurang sekitar 750 haktare per tahun. Kondisi itu berarti kecenderungan penjualan sawah di Bali semakin cepat dan semakin meluas.

Masyarakat sangat tidak menghargai warisan leluhurnya yang dibangun dengan darah. Mungkin karena mereka telah berkembang menjadi orang yang loba, pragmatis, dan kemudian idealisme telah kalah melawan arus pragmatisme-globalisasi. Globalisasi dunia ditandai dengan persaingan yang ketat, dan diwarnai dengan konsumerisme, materialisme, dan kapitalisme. Kalau kita kalah, maka akan terlindas, dan akibatnya seluruh sistem sosial masyarakat, termasuk kebudayaannya akan menjadi "debu".

Sawah, subak, dan sistem pertanian adalah landasan dan bagian integral dari kebudayaan Bali. Kalau subak, pertanian dan sawah sudah hancur (tidak ada), apakah kebudayaan Bali masih akan tersisa?, ujar Windia dengan nada tanya.

Siapa Yang Salah?

Windia mengingatkan, patut dicatat bahwa eksistensi subak terjadi, karena adanya petani yang mengelola sistem sawah, air, terowongan, dan berbagai infrastruktur lainnya.

Jika sawah-sawah di Bali telah dijual, air untuk irigasi diganggu oleh sektor lain, dan berbagai kebijakan yang meminggirkan sawah dan petani, apakah subak di Bali masih bisa bertahan? Lalu siapakah yang salah? Yang salah adalah kondisi yang diciptakan oleh pemerintah.

Padahal pemerintah menurut Prof Windia telah membuat berbagai kebijakan, yang justru menjadikan petani semakin terpinggirkan, tidak nyaman, dan tidak membanggakan dalam kapasitasnya sebagai petani.

Misalnya, sistem pajak bumi dan bangunan (PBB) yang berlandaskan nilai jual objek pajak (NJOP), sistem administrasi konversi lahan dan kebijakan impor bahan pangan. Padahal sejatinya petani sangat mencintai sawahnya.

Mereka sadar bahwa sawah adalah warisan leluhur, sebuah warisan yang sangat riskan untuk dijual. Namun mereka terpaksa harus menjual sawahnya. Mungkin karena mereka sudah tidak mampu lagi bertahan dari tekanan lingkungan sosial ekonomi yang sangat kuat.

Kelemahan pokok dari semua lembaga yang berlandaskan sosio-kultural (termasuk subak) adalah bahwa mereka tidak tahan terhadap tekanan eksternal, atau lingkungan sekitarnya.

Adapun tekanan utama yang diderita subak saat ini antara lain pendapatan petani sangat kecil. Petani yang bertanam padi satu hektare hasilnya hanya Rp 2 juta/bulan (Rp 8 juta per musim tanam) hampir sama dengan pendapatan pengemis jalanan.

PBB yang sangat tinggi dan mencekik, khususnya petani yang bekerja di kawasan sawah yang berada dalam lingkungan yang sedang membangun. Kalau di kawasannya ada pembangunan, maka pajak PBB-nya otomatis akan naik, karena dasar pajak PBB adalah lokasi (NJOP).

Padahal seharusnya pengenaan pajak yang adil adalah produksi, sehingga dari ketidak adilan itu banyak petani yang mengeluh tidak mampu membayar pajak, lalu harus menjual sawahnya.

"Kasus itu sekarang terjadi secara besar-besaran di kawasan sepanjang jalan by pass Ida Bagus Mantra yang melindari jalur Denpasar, Gianyar, Klungkung serta kawasan Renon (Denpasar) dan kawasan perkotaan lainnya di Bali, tutur Prof Windia. (WRA)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Pengembangan Properti Diminta Perhatikan Irigasi Subak

Pengembangan Properti Diminta Perhatikan Irigasi Subak

11 Februari 2016 14:11

Subak Model Pengembangan Pariwisata Asia Tenggara

Subak Model Pengembangan Pariwisata Asia Tenggara

21 Oktober 2015 14:17

Pengembangan Pertanian di Bali Kandung Unsur Kultur

Pengembangan Pertanian di Bali Kandung Unsur Kultur

9 April 2015 12:42

Pengembangan Pariwisata-Pertanian Saling Terkait

Pengembangan Pariwisata-Pertanian Saling Terkait

31 Maret 2015 14:02

Pengembangan Pertanian Kurang Akibat Kebijakan Ekonomi

Pengembangan Pertanian Kurang Akibat Kebijakan Ekonomi

29 Maret 2015 20:43

Bali Gencarkan Pengembangan Padi Gogo

Bali Gencarkan Pengembangan Padi Gogo

9 Maret 2015 19:47

Agribisnis Kedepankan Sistem Budaya

Agribisnis Kedepankan Sistem Budaya

19 Mei 2014 12:09

Pengembangan Bisnis dalam Kawasan Subak

Pengembangan Bisnis dalam Kawasan Subak

13 Mei 2014 13:53

Terpopuler

Dinsos Bali pulangkan belasan orang terlantar ke asalnya di awal tahun

Dinsos Bali pulangkan belasan orang terlantar ke asalnya di awal tahun

DPRD Bali putuskan tutup tiga usaha melanggar tata ruang di Munggu

DPRD Bali putuskan tutup tiga usaha melanggar tata ruang di Munggu

Bupati Badung minta OPD gali potensi pendapatan daerah

Bupati Badung minta OPD gali potensi pendapatan daerah

TNI AL ungkap penjual senjata api ilegal di Denpasar

TNI AL ungkap penjual senjata api ilegal di Denpasar

PHDI pastikan legalitas usai menang gugatan ke-10

PHDI pastikan legalitas usai menang gugatan ke-10

Top News

  • Ketua DK OJK Mahendra Siregar mundur

    Ketua DK OJK Mahendra Siregar mundur

    13 jam lalu

  • Pemerintah: "Free float" 15 persen akan pulihkan kepercayaan pasar

    Pemerintah: "Free float" 15 persen akan pulihkan kepercayaan pasar

    13 jam lalu

  • ANTARA raih dua penghargaan BPOM sebagai media terbaik 2025

    ANTARA raih dua penghargaan BPOM sebagai media terbaik 2025

    13 jam lalu

  • Kemenpar: Kami tunggu kebijakan Kemenkes soal Nipah sebelum ambil langkah

    Kemenpar: Kami tunggu kebijakan Kemenkes soal Nipah sebelum ambil langkah

    17 jam lalu

  • Koster targetkan pengurangan biaya produksi petani dan perajin arak Bali

    Koster targetkan pengurangan biaya produksi petani dan perajin arak Bali

    30 Januari 2026 07:51

Antara News bali
bali.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Updates
  • Business
  • Education
  • Tourism
  • Fokus Hoax
  • Sports
  • Taksu
  • Spectrum
  • Entertainment
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA