"Kondisi itu cukup menggembirakan bagi petani untuk meningkatkan produksi, karena harga hasil jerih payahnya petani itu sangat baik, kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali I Dewa Made Buana Duwuran di Denpasar, Sabtu.
Ia menjelaskan, harga kopi jenis arabika di tingkat petani akhir pekan ini di Buleleng, Bangli, dan Badung tercatat Rp28.800/kg atau naik Rp800 jika dibandingkan minggu III/Juli 2013 yang hanya dihargai Rp28.000/kg.
Kakao hasil petikan petani di Tabanan, Jembrana, dan daerah lain di Bali dihargai Rp23.500/kg, minggu IV/Juli 2013 meningkat jika dibandingkan periode sama pekan lalu hanya Rp21.000/kg.
Sementara harga kopi jenis Robusta agak stabil yakni sekitar Rp24.000/kg, angka itu tidak mengalami perubahan sejak awal bulan ini. "Walau pun demikian petani Bali menikmati harga kopi cukup baik," kata Dewa Made Buana Duwuran.
Menurut dia, harga kopi di pasaran internasional belakangan ini agak melorot akibat negara produsen mengalami panen raya, suplai ke pasaran cukup melimpah sehingga harga turun sesuai hukum dagang yang berlaku.
Tetapi petani Bali yang selama ini memperhatikan kualitas produksi dengan melakukan petik merah harga tetap lebih baik dari rata-rata pasaran internasional, sehingga petani tetap dibina agar selalu memperhatikan kualitas produksi. (*/DWA)
Pewarta: Oleh IK Sutika: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.