Tabanan (Antara Bali) - Jalan menuju objek wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia (WBD) di Bali segera diperbaiki.

"Kami segera memperbaiki jalan itu untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabanan IGN Anom Anthara, Selasa.

Jalan menuju objek wisata pertanian yang dilestarikan oleh organisasi pengairan tradisional di Bali atau subak di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, itu rusak parah.

"Kami sudah melakukan pemetaan. Kami harapkan perbaikan dan peningkatan jalan bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana dan kebutuhan," kata Anom Anthara.

Ia mengaku telah mengumumkan tender perbaikan jalan menuju objek wisata Jatiluwih itu. "Begitu pemenangnya sudah ditentukan, perbaikan segera dilaksanakan," katanya.

Untuk menuju kawasan WBD Jatiluwih, ada empat ruas jalan. Dari empat ruas jalan tersebut, tiga ruas jalan kondisinya buruk. Untuk ruas jalan dari Mangesta, Sambahan, dan Wangaya, pada tahun ini segera diperbaiki.

Sementara itu, ruas jalan Senganan-Jatiluwih perbaikannya masih dalam proses usulan ke pemerintah pusat melalui APBN Tahun 2013.

"Namun sampai memasuki semester kedua tahun 2013, belum ada tanda-tanda akan segera turun. Kami berharap tahun depan bisa cair, sehingga kondisi jalan bisa ditingkatkan," katanya.

Anom Anthara menambahkan, pada kawasan WBD Jatiluwih ada tiga kegiatan, yakni irigasi, perbaikan, dan penataan lingkungan. Di WBD Jatiluwih terdapat 14 paket daerah irigasi.

Tahun 2012 sudah dilaksanakan dua paket dan tahun 2013 sembilan paket, sedangkan tiga sisanya diprogramkan tahun 2014. "Masyarakat juga mengusulkan pembangunan saluran irigasi tertutup," katanya.

Usulan itu sudah ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum dengan mengajukan kepada pemerintah pusat. Sementara untuk penataan lingkungan, telah dilakukan pembetonan dan pavingisasi di kawasan WBD dan pavingisari di Desa Soka, Penebel sebagai daerah penyangga WBD. (WRA)



Editor : I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026