Tabanan (ANTARA) - Kawasan Kota Kreatif Nuanu di Desa Beraban, Tabanan, mengembangkan ruang terbuka hijau menjadi destinasi wisata baru di Bali.

“Selama beberapa tahun kami telah memikirkan ruang ini, kami berharap tempat ini menjadi jauh lebih ramah bagi pejalan kaki, menciptakan wadah di mana orang-orang bisa berkumpul dengan anak, teman, peliharaan, untuk sekadar bersantai,” kata CEO Nuanu Creative City Lev Kroll di Tabanan, Rabu.

Destinasi wisata baru dengan luas total 4,4 hektare yang belum lama dikunjungi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif itu menyulap sebagian lahannya atau sekitar 1,6 hektare menjadi Nuanu Park, area yang memadukan alam, seni, edukasi, rekreasi, dan pengalaman keluarga dalam satu lanskap terintegrasi.

Selain ruang terbuka hijau, terdapat infrastruktur pendukung seperti arena bermain anak, kebun raya, akademi anak, area seluncur tali, dan area lokakarya seni.

Nantinya ketika dibuka pada musim panas, wisatawan maupun masyarakat Bali dapat menikmati area tersebut untuk berbagai aktivitas mulai dari lokakarya, program anak, aktivitas di area terbuka, area ramah hewan peliharaan, hingga kegiatan berbasis komunitas.

“Taman ini dirancang untuk membuat Nuanu lebih terbuka dan mudah diakses publik, dengan menghadirkan pengalaman eksplorasi, pembelajaran, permainan, dan interaksi bersama sebagai pintu masuk menuju kawasan kreatif tersebut,” ujar dia.

Menurut Lev Kroll, dengan itu maka wisatawan maupun masyarakat di Bali kini memiliki ruang publik nontransaksional yang luas dan mudah diakses karena lokasinya dekat kawasan wisata Canggu.

Di kawasan itu, ia juga menggandeng komunitas masyarakat lokal untuk mengembangkan kreatifitas, seperti membentuk instalasi seni dari ranting pohon.

“Di dalam wilayah ini ada tim yang selama beberapa waktu telah bekerja penuh semangat mengumpulkan kayu di pantai, membersihkan pantai, dan membuat patung serta figur-figur yang luar biasa dari kayu tersebut,” katanya.

 

Pengunjung destinasi wisata Nuanu Creative City bermain di area ruang terbuka hijau Nuanu Park, Tabanan, Bali, Rabu (20/5/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

 

Dengan semakin banyak komunitas yang bergabung, Kroll meyakini pada akhirnya daya tarik wisata satu ini akan menjadi satu wadah besar untuk berbagai aktifitas seni kreatif di Bali.

Jika untuk menikmati berjalan kaki di Sanur, melihat budaya yang cantik di Ubud, menonton kecak di Uluwatu, atau makan di restoran ekspatriat di Canggu, harus menjangkau banyak lokasi, ia menargetkan agar semuanya dapat hadir di satu titik.

“Salah satu masalah yang kami lihat adalah banyak pengalaman luar biasa yang tersebar di berbagai tempat, ide kami adalah Bali sebagai suatu pintu gerbang ke Indonesia kami ingin ciptakan sebuah ruang di mana hal-hal luar biasa yang sudah ada memiliki satu tempat di mana mereka bersinar sekaligus,” ujar dia.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026