Jakarta (ANTARA) - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan negara berkewajiban memastikan seluruh hak anak terpenuhi, terutama hak atas kesehatan, keamanan pangan dan pendidikan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai Program MBG pada dasarnya merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan menekan angka stunting, namun pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan aspek pengawasan dan keamanan pangan di lapangan.
“Program MBG ini pada dasarnya memiliki tujuan mulia untuk pemenuhan gizi anak-anak kita. Namun, jika terjadi kesalahan dalam proses pengelolaan makanan, khususnya di dapur, maka hal tersebut harus dievaluasi total dan ditindaklanjuti secara serius,” kata Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Penegasan itu terkait dengan penanganan kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya, Jawa Timur.
Pigai juga menegaskan bahwa setiap tujuan baik dalam kebijakan negara harus dijaga agar tidak tercederai oleh kelalaian teknis dalam distribusi maupun pengolahan makanan.
Oleh karena itu, ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelaksanaan program agar kejadian serupa tidak terulang.
“Karena niat Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bikin program MBG itu supaya anak Indonesia kenyang, sehat, dan pintar. Kalau sudah kenyang, pasti sehat. Kalau sudah sehat, pasti pintar,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri HAM Natalius Pigai meninjau langsung kondisi korban dugaan keracunan massal dalam program MBG di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (RSIA IBI) Surabaya.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung pemenuhan hak anak, khususnya atas layanan kesehatan dan keamanan pangan.
Setibanya di rumah sakit, Pigai melihat kondisi tujuh siswa yang masih menjalani perawatan.
Ia didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur Toar R. E. Mangaribi, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta manajemen RSIA IBI Surabaya.
Pihak rumah sakit melaporkan seluruh pasien dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan membaik.
Pewarta: Devi Nindy Sari RamadhanEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026