Denpasar (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali (Karantina Bali) menyebut kuota pengiriman yang terbatas menjadi salah satu dalih oknum di Jembrana memalsukan dokumen karantina sapi.

“Sekarang ini kuota yang diterbitkan oleh Pemprov Bali itu sudah habis, sehingga pelaku usaha yang belum sempat mengurus kesulitan untuk mendapat kuota, tidak bisa melakukan pengiriman ke luar daerah, seperti itu salah satu motifnya,” kata Kepala Karantina Bali Heri Yuwono di Denpasar, Senin.

Sebelumnya diketahui pada Kamis (7/5), Satpel Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk menemukan sopir truk membawa 25 ekor sapi dengan dokumen karantina palsu berasal dari Kabupaten Jembrana dan akan mengirim hewan kurban ke Lampung.

Tindakan tersebut terekam CCTV, sehingga petugas langsung memeriksa dan dokumen Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-1) milik sopir inisial S itu tidak tercatat di sistem ketika pemindaian.

Padahal dokumen tersebut penting untuk memastikan hewan yang dilalulintaskan tidak tertular hama dan penyakit bagi sesama hewan atau ke manusia.

Setelah didalami alasan oknum tersebut adalah demi mencari keuntungan lebih besar karena untuk mengurus karantina diperlukan biaya, namun di luar itu terbatasnya kuota pengiriman sapi juga menjadi alasan.

Dari catatan Karantina Bali, tahun ini Pemprov Bali membatasi pengiriman sapi sebanyak 50.000 ekor, namun sejak Januari sampai pertengahan Mei ini jumlah ternak yang sudah dijual ke luar Bali sebanyak 50.437 ekor.

Heri menyampaikan, umumnya lonjakan pengiriman sapi ini dipengaruhi oleh Hari Raya Idul Adha, dimana berkaca dari tahun-tahun sebelumnya kuota akan penuh satu bulan sebelum hari-H berkurban.

Bahkan untuk tahun ini terjadi lonjakan permintaan dari luar Bali, sehingga pengiriman sapi tahun ini menembus 50 ribu ekor sementara 2025 lalu 24.731 ekor.

“Kalau kita bandingkan tahun 2026 dengan 2025 khususnya satu bulan menjelang puncak Idul Adha itu ada peningkatan, dulu data kami Mei karena Idul Adha-nya Juni 24.731 ekor, sekarang akhir Mei sekarang menjelang Idul Adha 50.437,” ujarnya.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026