Denpasar (ANTARA) -

Di tengah ritme aktivitas masyarakat perkotaan yang kian padat, kebersihan ruangan kini tidak lagi sekadar urusan kesehatan fisik, tapi telah bergeser menjadi instrumen penting dalam menjaga ketenangan visual dan stabilitas suasana hati (mood).

Tren gaya hidup pun mulai melirik konsep "micro-cleaning" atau rutinitas membersihkan area kecil secara konsisten. Metode ini dinilai efektif menjaga kenyamanan lingkungan tanpa harus menunggu kondisi ruangan benar-benar kotor atau berantakan.

Kebiasaan sederhana, seperti merapikan meja kerja, membersihkan sudut ruangan, hingga memastikan tidak ada barang yang menumpuk, terbukti mampu menciptakan suasana yang lebih menenangkan.

Lingkungan yang resik juga diyakini dapat meningkatkan fokus serta mereduksi stres, terutama bagi para pekerja dengan mobilitas tinggi.

Koordinator Kebersihan Unit Tata Graha sebuah perusahaan di Singaraja, Bali Utara, Ni Putu Ismayani, mengungkapkan suasana ruangan yang bersih memberikan impresi positif terhadap emosi seseorang, baik saat berada di kantor maupun di rumah.

“Setiap pagi, hal pertama yang saya lakukan adalah membersihkan unit tempat saya dan rekan-rekan berkumpul. Jujur, jika ruangan kotor atau berantakan, itu benar-benar membuat mood berubah, bahkan bisa memicu emosi. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman dan aman,” ujar Ismayani di Singaraja, beberapa waktu lalu.

Meskipun standar kebersihan bersifat subjektif bagi setiap individu, ia menekankan kebersihan tetap menjadi pilar utama dalam kualitas hidup sehari-hari.

“Menurut saya pengaruhnya sangat besar, meski kembali lagi ke masing-masing orang karena tingkat kebersihan setiap orang itu berbeda-beda. Namun bagi saya, kebersihan itu amat sangat penting, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan,” katanya menambahkan.

Penerapan "micro-cleaning", menurutnya, tidak menuntut waktu yang lama.

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru jauh lebih efektif dalam menjaga estetika dan ketenangan visual di lingkungan sekitar.

Ismayani pun membiasakan hal tersebut dari lingkup terkecil di rumahnya.

“Yang paling sering saya lakukan adalah selalu mengecek kondisi rumah, memastikan tidak ada cucian yang menumpuk atau ruangan yang tidak rapi,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba, berikut adalah beberapa tips praktis "micro-cleaning" yang dapat diterapkan untuk mendulang ketenangan visual:

• Meluangkan waktu lima menit untuk merapikan meja kerja sebelum memulai aktivitas.

• Disiplin mengembalikan barang ke tempat semula segera setelah digunakan.

• Menghindari kebiasaan menunda mencuci peralatan makan atau pakaian.

• Rutin membuka ventilasi untuk memastikan sirkulasi udara tetap segar.

• Membersihkan area yang paling sering digunakan pada pagi atau malam hari secara berkala.

Melalui langkah kecil yang dilakukan secara rutin, kebersihan lingkungan dapat senantiasa terjaga.

Hal ini tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menghadirkan ruang yang lebih tenang dan nyaman di tengah hiruk-pikuk keseharian.



Pewarta: Tim Redaksi Antara Bali
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026