"Mudah-mudahan akhir juli, itu sudah bisa dibagikan kecuali kelas satu. Data anak kelas satu baru didapatkan nanti pada pertengahan Juli. Itu tahun ajaran baru. Sebelum tahun ajaran baru kita belum tahu," katanya di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, bantuan siwa miskin tersebut akan didistribusikan kepada 13,5 juta siswa miskin, baik SD, SMP maupun SMA/SMK. Bantuan siswa miskin tersebut akan mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp360 ribu per bulan untuk SD, menjadi Rp450 ribu, kemudian SMP dari Rp500 ribu menjadi Rp700 ribu dan SMA dari Rp700 ribuan menjadi Rp1 juta per bulan.
Ia menambahkan, nantinya dana akan ditiptipkan dalam akun virtual yang bisa diakses oleh siswa penerima. Dana tersebut nantinya bisa diambil oleh siswa dan didampingi oleh orang tua dengan menunjukan kartu.
Menurut dia, saat ini pihaknya dan Tim Nasional Percepatan Pengentasan Kemiskinan (TNP2K) tengah melakukan sinkronisasi data penerima bantuan pendidikan sehinga benar-benar tepat sasaran.
"Tidak selamanya usia sekolah, anaknya sekolah. Karena itu, usia anak sekolah itu kita kawinkan dengan data yang dimiliki Dikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), data pokok pendidikan," katanya. (LHS)
Pewarta: Oleh Muhammad Arief Iskandar: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026