Bangli (ANTARA) - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menekankan pentingnya pembelajaran lebih mendalam sekaligus mendorong kesejahteraan guru memaknai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
“Perkuat kerja sama antara sekolah, keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi seluruh anak bangsa,” kata Bupati Bangli di sela memimpin upacara peringatan Hardiknas di Bangli, Sabtu.
Ia menekankan pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses tulus untuk memanusiakan manusia dan menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia (SDM).
Bupati Bangli mendukung upaya pemerintah pusat untuk mendukung kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan lima kebijakan strategis yang diimplementasikan hingga ke daerah, yaitu pembangunan sarana fisik yang nyaman dan penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) di lebih dari 288.000 satuan pendidikan untuk mendukung ekosistem belajar modern.
Selanjutnya, pemerintah memberikan guru beasiswa senilai Rp3 juta per semester kepada guru yang belum bergelar sarjana atau diploma empat (S1/D4) melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Selain itu, tunjangan sertifikasi kini ditransfer langsung setiap bulan untuk menjamin ketenangan guru dalam bertugas.
Kemudian, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan indah agar sekolah menjadi rumah kedua bagi para pelajar yang mencakup program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pramuka, serta penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Peningkatan kualitas pendidikan fokus pada Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika, serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi mutu.
Selain itu, memberikan akses yang luas kepada masyarakat yang terkendala ekonomi maupun fisik melalui sekolah terbuka, sekolah satu atap, dan layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Sedana Arta menambahkan keberhasilan seluruh program itu bergantung pada pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
“Tanpa ketiga hal tersebut, kebijakan hanya akan menjadi formalitas angka-angka kuantitatif tanpa dampak nyata,” ucapnya.
Dalam upacara peringatan Hardiknas juga dihadiri Wakil Bupati Bangli, Forkopimda Kabupaten Bangli, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, ASN serta perwakilan dari SD dan SMP.
Pewarta: RedaksiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026