Badung, Bali (ANTARA) - Universitas Udayana (Unud) Bali maksimalkan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lewat kolaborasi dengan sejumlah kampus di Australia guna mendukung hubungan bilateral, termasuk konektivitas masyarakat kedua negara.

“Universitas memainkan peran yang sangat penting dalam memelihara hubungan kedua negara,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Unud Made Sucipta di sela University Roadshow di Kampus Unud Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Ia menjelaskan kampus tak hanya menjadi pusat belajar dan penelitian, tapi juga pengembangan kompetensi antar-budaya hingga keterampilan kolaboratif khususnya kepada calon pemimpin masa depan yang bermanfaat untuk menjawab tantangan makin rumit di tingkat regional dan global.

Di sisi lain, Australia menjadi salah satu negara tetangga dekat Indonesia yang memiliki reputasi pendidikan dan menjadi mitra penting kolaborasi internasional.

Ia menyebutkan ada sembilan perguruan tinggi dan lembaga lain di Negeri Kangguru itu yang telah menjadi mitra dan berkontribusi signifikan terhadap pendidikan, inovasi, serta pembangunan berkelanjutan, misalnya melalui pertukaran budaya, mahasiswa, hingga riset bersama.

Saat ini pihaknya akan mengembangkan hasil penelitian yang bisa langsung dinikmati masyarakat.

“Kami selama ini masih tahap penelitian dan masih belum sampai hilirisasi sebuah produk, tapi tahun ini sesuai dengan perubahan indikator kinerja oleh pemerintah, kami diharuskan untuk hilirisasi hasil riset itu, kami akan menuju ke sana,” ucapnya.

Guna menjembatani peningkatan konektivitas hubungan antar-masyarakat kedua negara, khususnya di bidang pendidikan, Pemerintah Australia telah mendirikan Pojok Ausie Banget (ABC) salah satunya di gedung perpustakaan Kampus Unud Jimbaran pada 2025.

Konsul Jenderal (Konjen) Australia Joe Stevens dalam kesempatan yang sama menjelaskan di Bali saat ini terdapat tiga layanan serupa di tiga kampus berbeda di Pulau Dewata.

Di seluruh Indonesia, lanjut dia, sudah 22 unit ABC itu dan akan terus bertambah di sejumlah kampus di Tanah Air, termasuk Indonesia bagian timur.

Menurutnya, dampak dari kolaborasi itu adalah Australia menjadi tujuan populer pelajar Indonesia dengan jumlah alumni mencapai lebih dari 200 ribu orang dan pada 2025 mencapai rekor dalam satu tahun sebanyak 25 ribu pelajar Indonesia mengenyam pendidikan di negeri itu.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026