Tabanan (ANTARA) - Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih kini turut menyasar turis Asia untuk berkunjung di tengah menurunkannya kunjungan wisatawan Eropa yang datang.
Penambahan sasaran ini dilakukan sebagai penyesuaian dari turunnya jumlah turis Eropa karena terdampak konflik Timur Tengah.
“Sampai saat ini selain turis Eropa, wisatawan dari Asia seperti Malaysia dan Singapura sudah mulai banyak terlihat mengunjungi DTW Jatiluwih," kata Manajer Jatiluwih Ketut Purna pada Minggu.
Ketut Purna juga menjelaskan perang yang terjadi di Timur Tengah, juga cukup memukul jumlah kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dari Negara Eropa yang saat ini tercatat turun hingga 30 persen.
Angka ini berdasarkan hitungan sebelum perang di Timur Tengah kunjungan wisatawan Eropa mencapai 800 orang perhari, sementara, sejak perang kunjungan menjadi kisaran 300 wisatawan saja.
Selain menggaet pelancong asal Malaysia dan Singapura, Jatiluwih juga membidik turis Asia lainnya melalui sejumlah promosi dan event.
Dengan menyasar turis Asia lainnya itu, Jatiluwih menargetkan kunjungan turis Asia tersebut dalam satu harinya bisa bertambah mencapai 300 orang pengunjung.
"Mudah-mudahan bisa tercapai target itu agar pariwisata di Bali khususnya Tabanan dapat kembali bergairah dengan adanya kunjungan wisatawan yang kembali meningkat, " pungkas Ketut Purna.
Pewarta: Pande YudhaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026