Makassar (ANTARA) - Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan Operasi SAR pencarian 10 orang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada hari ketujuh akhirnya resmi ditutup.
"Malam hari ini. Saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR Coordinator, mendeclaire bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat ATR, saya nyatakan selesai" ucapnya saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat malam.
Alasan operasi tersebut ditutup, setelah ditemukannya korban dengan jumlah tujuh body pack (kantong), enam diyakini berisi jenazah utuh dan satu body part (potongan tubuh) pada hari ketujuh Operasi SAR dan telah diserahkan ke DVI .
Sebelumnya, empat kantong telah diserahkan ke Posko DVI Biddokes Polda Sulsel di Makassar untuk diidentifikasi. Tiga korban dinyatakan teridentifikasi telah diambil keluarganya, dan satu kantong masih diidentifikasi.
"Kita sama-sama menyaksikan cuaca hari ini cukup baik. Hari pertama kondisi cuaca sangat sulit. Hari kedua kita menemukan korban pertama, hari ketiga korban kedua. Dan hari ini, ketujuh operasi secara optimal mengevakuasi seluruh korban yang ditemukan," paparnya.
Meski operasi SAR telah ditutup, kata dia, namun berdasarkan hasil koordinasi melibatkan seluruh sektor terkait termasuk DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), maka bisa dilanjutkan dengan operasi evakuasi.
Selain itu, Basarnas telah menyerahkan dua unit black box kepada KNKT untuk dilakukan investigasi penyebab kecelakaan pesawat naas tersebut.
