Badung (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Bali dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mulai menggandeng perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang memahami Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau dikenal bengkel pesawat.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bali I Gede Nyoman Ari di Kabupaten Badung, Selasa, mengatakan peningkatan kompetensi SDM merupakan bagian dari pengembangan industri kedirgantaraan di Bali khususnya Bali Utara.
Fokus program tersebut, menurut dia, untuk pengembangan keahlian SDM kedirgantaraan, termasuk untuk pilot dan teknisi. Selanjutnya untuk mengembangkan bengkel pesawat, dan akhirnya membuka layanan untuk pariwisata dan konektivitas antar-pulau.
“Langkah penguatan SDM aviasi ini diperkuat melalui Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) oleh PTDI, ini diawali dengan sosialisasi bersama enam perguruan tinggi yaitu Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Pendidikan Nasional, Universitas Ngurah Rai, Universitas Warmadewa dan Politeknik Negeri Bali,” ujar dia.
Dishub Bali berharap melalui peningkatan kompetensi berupa pelatihan dan sertifikasi kepada mahasiswa di Bali ini dapat memenuhi kebutuhan industri kedirgantaraan sesuai target transformasi ekonomi Kerthi Bali.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menambahkan perusahaannya semangat mengembangkan SDM MRO di Bali sebab antusiasnya tinggi, sekaligus langkah itu sebagai wujud nyata ke depan pemenuhan konektivitas di Indonesia Tengah dan Timur.
“Kami melihat luar biasa minatnya apalagi ini hal yang baru, target kami semester depan Februari 2026 ini (kompetensi MRO) sudah masuk mata kuliah, bisa mata kuliah pilihan atau seperti apa kami serahkan ke pendidikan tinggi,” ujar dia.
Dari regulasi AMTO ditentukan bahwa mahasiswa akan mempelajari bengkel pesawat itu selama 800 jam, terdiri dari 70 jam teori dan 630 jam praktik untuk kemudian mendapat sertifikasi.
Dari sini, Gita juga bisa melihat laboratorium-laboratorium milik kampus yang dapat dimanfaatkan bahkan dibantu optimalisasinya.
Selanjutnya, ia mengatakan saat SDM Bali siap, BUMN kedirgantaraan tersebut akan mengembangkan bengkel pesawat di Bali Utara, tepatnya Bandara Letkol Wisnu.
Setidaknya dalam waktu dua tahun, lanjutnya, ditargetkan SDM lokal yang dikombinasikan dengan tenaga lain yang sudah tersertifikasi sudah siap, sehingga pengembangan industri kedirgantaraan dengan Bali sebagai hub untuk Indonesia Tengah dan Timur semakin lengkap.
“Ke depan harapannya perguruan tinggi ini mahasiswanya saat wisuda tidak hanya mendapatkan gelar sarjana tapi juga AMTO sertifikat, ini adalah cita-cita besar yang harus kita wujudkan dimana nantinya membangun Indonesia tidak hanya di Indonesia Barat,” kata Gita Amperiawan.
