Jembrana, Bali (ANTARA) - Tim kesehatan dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan, Kepolisian Resor Jembrana, Bali memeriksa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur miliknya guna memastikan menu yang disiapkan aman dikonsumsi.
"Pemeriksaan ini untuk memastikan makanan yang dikonsumsi murid aman," kata Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Jembrana Ajun Inspektur Satu (Aiptu) I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra di Negara, Kabupaten Jembrana, Rabu.
Dalam pemeriksaan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Jembrana ini, pihaknya menguji kandungan arsen, sianida, nitrit dan formalin yang berbahaya bagi kesehatan.
Menurut dia, dari pemeriksaan enam jenis menu makanan di dapur tersebut tidak ditemukan zat berbahaya.
"Seluruh makanan dari SPPG ini tidak ada zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit maupun formalin. Makanan ini aman dikonsumsi," katanya.
Selain uji kimia untuk memastikan tidak ada zat berbahaya, pemeriksaan organoleptik mencakup warna, tekstur, rasa dan aroma juga dilakukan, dengan hasil makanan tersebut sesuai standar kesehatan.
Dia mengatakan pemeriksaan ini merupakan tanggung jawab Polri terhadap SPPG yang mereka kelola, agar makanan yang dikonsumsi murid layak dan aman.
“Kami pastikan setiap makanan yang disajikan dalam program MBG bebas dari bahan berbahaya dan layak dikonsumsi. Hal ini penting agar penerima manfaat tetap sehat," katanya.
Untuk menjaga kualitas, menurut dia, pemeriksaan seperti itu akan rutin dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan pelajar sebagai penerima manfaat.
Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan keberadaan SPPG yang dikelola pihaknya selain mendukung program MBG juga menjadi sarana edukasi pola makan sehat, aman dan bergizi.
"Ini juga menunjang kinerja aparat kepolisian dalam melayani masyarakat," katanya.
Baca juga: Kemenag Jembrana minta pengelola MBG jaga mutu makanan untuk madrasah
Baca juga: Pemerintah perluas Program MBG di Bangli Bali guna dukung SDM unggul
Baca juga: Dapur MBG Polres Jembrana mulai beroperasi layani tujuh sekolah
