Badung, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, berupaya terus meningkatkan berbagai program yang dirancang guna menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut, mulai dari pemberdayaan hingga penyediaan lapangan kerja.
“Kami terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui peningkatan program pemberdayaan, penyediaan lapangan kerja, serta pengendalian inflasi yang stabil," ujar Wakil Bupati (Wabup) Badung Bagus Alit Sucipta saat mengikuti rakor pengendalian inflasi tahun 2025 secara daring di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Senin.
Pada rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian itu membahas tentang pengendalian inflasi dan penanggulangan kemiskinan.
Wabup Bagus Alit Sucipta menjelaskan upaya dalam menurunkan angka kemiskinan harus dilakukan melalui berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Dengan begitu nantinya kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Badung akan terus meningkat,” kata dia.
Ia mengatakan Pemkab Badung juga berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai program yang prorakyat serta menjaga keberlanjutan pembangunan yang inklusif.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh masyarakat baik yang tinggal di wilayah perkotaan maupun pedesaan benar-benar merasakan manfaat pembangunan,” kata Wabup Bagus Alit Sucipta.
Dalam instruksi Mendagri, Tito Karnavian meminta para kepala daerah agar mengoptimalkan pelaksanaan pengentasan kemiskinan.
Kepala daerah juga diminta untuk mengendalikan situasi dan menjaga keamanan serta ketertiban di daerah masing-masing, meningkatkan program pro-rakyat, dan mengoptimalkan pelaksanaan pengentasan kemiskinan.
“Dengan demikian kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencapai target penurunan kemiskinan sebesar 0,86 persen per tahun," ucap dia.
