Denpasar (ANTARA) - Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan belasan ribu pecalang atau satuan pengamanan adat di Bali akan melakukan gelar agung pasukan pada Senin (1/9)..
Ida Penglingsir Agung di Denpasar, Minggu, mengatakan pengumpulan pecalang ini dilakukan untuk ikut membantu aparat keamanan mencegah demo anarkis seperti yang terjadi di Mapolda Bali dan DPRD Bali pada Sabtu (30/8) kemarin.
“Pecalang akan gelar agung menunjukkan kesiapan, searah dengan yang dideklarasikan tadi (imbauan aksi demonstrasi santun oleh FKUB Bali, Red), besok pecalang juga menyampaikan deklarasi kesiapannya,” kata dia.
“Ini mendadak, tapi mudah-mudahan 15 ribuan pecalang (hadir) lah,” sambung Ketua MDA Bali.
Kepada media, Ida Penglingsir Agung mengatakan seluruh pecalang Bali siap membantu aparat keamanan terutama tugasnya untuk mencegah masyarakat Bali melakukan aksi demonstrasi yang anarkis.
Pada aksi demonstrasi oleh masyarakat dan pengemudi ojek online kemarin, sejumlah pecalang sebenarnya sudah hadir membantu, beruntung massa aksi tidak menyasar pecalang sehingga tidak terjadi benturan.
“Siap kalau nindihin gumi (melindungi negeri) Bali siap, tugasnya ya mencegah lah, kalau anarkis kami ingatkan, masyarakat Bali semuanya berhak menjaga Bali,” ujarnya.
MDA Bali belum mendapat informasi apakah akan terjadi aksi demonstrasi susulan usai ricuh kemarin. Ia tetap berharap agar kejadian tidak terulang kembali.
Bagi massa aksi yang ingin melakukan unjuk rasa dengan tertib tak ada larangan dan MDA Bali menghormati.
“Cukup lah kemarin, tapi demo boleh santun, tertib, tidak melanggar hukum, yang penting jangan sampai anarkis, bakar-bakar, merusak fasilitas umum, itu merusak Bali, kalau ingin merusak Bali masyarakat Bali pasti mencegah,” kata Ida Penglingsir Agung.
