Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menghibahkan tanah Pemprov Bali kepada Institut Seni Indonesia (ISI) Bali sebab dinilai berjasa terhadap perkembangan seni.
“Hibah tanah ini diharapkan memperkuat pengembangan sarana-prasarana pendidikan serta peningkatan kapasitas akademik ISI Bali,” kata dia di Denpasar, Kamis.
Adapun hibah tanah aset Pemprov Bali yang diberikan saat pelaksanaan Festival Internasional Bali Padma Bhuwana V itu seluas 1.550 meter persegi.
Gubernur Bali mengaku bangga capaian strategis ISI Bali dalam melahirkan lulusan berkualitas, sekaligus konsisten berperan sebagai motor pemajuan seni, adat, tradisi, budaya, dan kearifan lokal Bali.
“ISI telah menunjukkan konsistensi sebagai perguruan tinggi yang kreatif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan seni dan desain global,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi di bidang seni sangat penting di Bali yang kaya dengan seni budaya, sebab posisi mereka strategis bagi keberlanjutan seni budaya Bali.
“Kita bersyukur memiliki ISI Bali, tanpa ini kita tidak bisa melihat perkembangan seni Bali yang berkualitas dan berkelanjutan seperti saat ini, seni dan budaya Bali yang tumbuh dari desa adat perlu pembinaan dan peningkatan mutu,” kata Wayan Koster.
Ia menjelaskan budaya adalah sumber kehidupan Bali, selama pelakunya ada maka budaya akan tumbuh dan menjadi penggerak kemajuan ekonomi termasuk pariwisata.
“Tanpa budaya, pariwisata Bali tidak ada, karena itu, mari muliakan, hidupkan, dan dukung penuh budaya Bali, kampus ke depan harus berperan lebih kuat, merevitalisasi kesenian desa adat, menjaga, dan mengembangkan warisan seni agar tetap eksis dan berdaya,” ujarnya.
Atas hibah tanah tersebut, Rektor ISI Bali I Wayan Kun Adnyana berterima kasih karena aset Pemprov Bali tersebut nantinya akan digunakan untuk peningkatan kapasitas kampus.
“Kami menyampaikan terima kasih karena selalu mendukung penuh pengembangan kampus dan pada hari ini menghibahkan tanah seluas 1.550 meter persegi, hibah tanah ini akan menunjang peningkatan kapasitas dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan,” kata dia.
Saat ini Prof Kun Adnyana melihat kepercayaan publik terhadap kampus seni itu terus meningkat.
Tercatat pada tahun akademik 2025/2026 mereka menerima 1.043 mahasiswa baru, naik 19,2 persen dari tahun sebelumnya, sehingga ditargetkan akan semakin banyak melahirkan lulusan kreatif, progresif, inovatif, sekaligus berjiwa Pancasila, peduli lingkungan, dan berakar pada kearifan lokal Indonesia.
