Gianyar, Bali (ANTARA) - Kebun bintang Bali Zoo di Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, mengemas program interaksi dengan satwa viral, kapibara (Hydrochoerus hydrochaeris) untuk menyambut libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.

“Kami ingin memberi pengalaman baru kepada pengunjung agar lebih dekat dengan kapibara,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Bali Zoo Emma Kristiana Chandra di Gianyar, Bali, Senin.

Pihaknya memiliki koleksi masing-masing tiga ekor kapibara jantan dan betina yang berusia enam hingga sembilan bulan.

Mamalia pengerat terbesar di dunia itu ditempatkan di dekat kafe Capy di dalam lembaga konservasi itu sehingga pengunjung bisa menikmati kuliner sembari menyaksikan tingkah lucu hewan tersebut.

Pengunjung juga dapat memberi makan hewan berbulu warna cokelat itu langsung pangan favorit seperti jagung, daun jagung dan rumput gajah.

Rata-rata per hari, hewan dengan populer disebut “Mas Bro” di internet itu memakan 1-2,5 kilogram makanan favorit tersebut.

Kapibara, kata dia, memiliki ketinggian hingga sekitar 130 centimeter dan berat sekitar 70 kilogram.

Bentuknya yang lucu, karakternya yang kalem dan pintar berenang itu membuat hewan yang didatangkan dari Amerika Selatan salah satunya dari Peru itu menjadi primadona baru masyarakat Indonesia beberapa tahun terakhir.

Ia berharap kehadiran hewan yang satu keluarga dengan marmut dari famili Caviidae itu memberi pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya konservasi lingkungan termasuk hewan tersebut.

Adapun kapibara dapat diamati langsung dalam tiga sesi berdurasi selama satu jam yang disediakan yakni pukul 13.00-14.00, 14.00-15.00 dan 15.00-16.00 WITA.

Untuk berinteraksi langsung dengan kapibara, pengunjung dikenakan harga khusus di luar harga tiket masuk.

Adapun tiket masuk untuk pengunjung per orang untuk warga negara Indonesia (WNI) dewasa sebesar Rp140 ribu, anak-anak usia 2-12 tahun Rp100 ribu, WNI KTP Bali dewasa Rp100 ribu, anak-anak Rp85 ribu, dan untuk pengunjung warga negara asing (WNA) dewasa Rp395 ribu dan anak-anak Rp280 ribu.

Lembaga konservasi seluas sekitar 12 hektare itu memiliki koleksi 65 spesies dengan total mencapai 600 satwa endemik Indonesia dan seluruh dunia.

Sementara itu, selama libur Lebaran diproyeksi pengunjung naik menjadi sekitar 2.000-3.000 orang dari rata-rata kunjungan hari biasa sekitar 800-1.000 orang pengunjung dan saat akhir pekan rata-rata sekitar 1.000-1.200 orang.

 



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026