Denpasar (ANTARA) - Dunia kuliner Bali baru saja kehilangan salah satu sosok perintisnya.

Ni Ketut Ngasti atau Men Jenggo, yang dikenal sebagai pelopor Nasi Jinggo, meninggal dunia pada Sabtu (9/5).

Dan siang tadi, Men Jenggo menjalani prosesi pengabenan di Krematorium Santha Yana Kota Denpasar.

Wanita yang meninggal di usia 90 tahun itu telah berjasa menemukan racikan kuliner khas, berharga terjangkau, yang bahkan masih terus eksis di era kekinian.

Di balik popularitas kuliner tersebut, keluarga mengenang Men Jenggo sebagai sosok perempuan baik hati yang telah merintis usaha nasi bungkus sejak sekitar tahun 1970.

Putrinya, Kadek Epy Dwipayani, mengenang jasa Sang Ibu yang telah memulai usaha secara sederhana yang saat itu diperuntukkan bagi para buruh semen.

“Seingat Tiang, Ibu sudah berjualan nasi sejak tahun 1970. Setiap hari ada beberapa keranjang nasi yang dibawa reseller ke Benoa,” ujarnya.

Usaha yang dirintis Men Jenggo pun berbuah manis hingga akhirnya berkembang pesat dan dikenal luas masyarakat.

Namun pada 1982, Ni Ketut Ngasti justru memilih menghentikan aktivitas berdagang dan lebih fokus menjalankan kewajiban spiritual atau ngiring.

Setelah periode tersebut, konsep Nasi Jinggo dengan bungkus daun pisang semakin banyak diikuti pedagang lain hingga menyebar di berbagai wilayah Bali.

Selain dikenal sebagai perintis kuliner rakyat, Men Jenggo juga dikenang sebagai pribadi tangguh.

“Ibu saya orangnya semangat bekerja dan semangat hidupnya sangat luar biasa,” kata Epy.

Melalui perjuangan panjang melawan diabetes sejak 1995, Ia mampu menjaga kondisi selama hampir tiga dekade sebelum akhirnya meninggal akibat komplikasi jantung dan ginjal.

Bagi keluarga, sosok Men Jenggo bukan hanya seorang ibu dan nenek, tetapi juga simbol ketekunan serta semangat hidup.

Nilai kerja keras yang diwariskan kini diteruskan generasi berikutnya, termasuk salah satu cucu yang berprofesi sebagai juru masak.

Kepergian Men Jenggo meninggalkan jejak penting dalam sejarah kuliner Bali. Jejak yang bahkan akan terus ditapaki penjual nasi serupa di masa kini, dengan garansi kalangan manapun akan selalu bisa menikmati. 

 

 

 



Pewarta: Tim Redaksi
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026