Denpasar (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan tak khawatir dengan maraknya anak muda memilih bekerja di luar negeri atau menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) berdampak pada berkurangnya tanggung jawab anak muda menjalankan adat dan agama.
“Sederhananya begini, hidup ini adalah pilihan, pilihan kita yang menentukan, jadi kami mendukung sepenuhnya kalau memang anak muda kita di Bali ini untuk mencari pengalaman dan gaji yang lebih banyak di luar negeri,” kata dia.
Diketahui di Denpasar, Senin, dalam Sidang Paripurna DPRD Bali, Fraksi Demokrat-Nasdem menyampaikan ada anomali di kalangan anak muda, dimana Bali sebagai daerah tujuan wisata yang banyak didatangi pekerja dari luar Bali, justru ditinggalkan oleh penduduk lokalnya.
Anak muda di Bali justru keluar negeri untuk mencari pekerjaan di bidang pariwisata, sehingga di desa hanya tersisa orang-orang tua yang melaksanakan kewajiban mengurus agama, adat dan budaya, padahal pariwisata Bali bertumpu pada agama Hindu, adat dan budaya.
Wagub Bali menilai meski anak muda berbondong-bondong menjadi PMI mereka tidak akan meninggalkan tanggung jawab adat dan agamanya, sebab orang Bali diyakini sudah memegang teguh tanggung jawab itu.
Apalagi, ketika anak muda menjadi perantau masih terdapat anggota keluarga lainnya yang masih akan menjalankan tanggung jawab adat itu di rumah.
“Tidak masalah, justru pengalamannya lebih bagus, kalau dia memang berhasil di situ, nanti bisa kembali-kembali jadi manajer, kalau anak saya kerja untuk mencari pengalaman hidup atau isi perut, kami dukung sepenuhnya,” ujar Giri Prasta.
Sebagai pejabat daerah menurutnya tugas Pemprov Bali hanya memastikan keselamatan PMI di luar negeri melalui koordinasi dengan kedutaan besar, sehingga semuanya terdata.
“Jangan sampai ilegal, harus legal, sehingga bisa mencari pengalaman dan semoga nanti ketika pulang ke Bali pun kita bisa gunakan tenaganya untuk kepentingan adat, agama, tradisi, dan budaya,” katanya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026