Denpasar (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali mengajak seluruh kepala daerah baru se-Bali memasang media komunikasi digital yang menampilkan video, gambar, atau teks (videotron) di tiap kecamatan wilayahnya masing-masing.
“Saya dorong semua bupati wali kota, nanti saya sowan ke kabupaten/kota paling tidak agar di satu kecamatan ada videotron lah, sudah tidak zamannya lagi baliho, ada yang interaktif diminta masyarakat hasil kemarin evaluasi pemilu,” kata Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan di Denpasar, Senin.
Ia menyampaikan dari hasil survei Pemilu dan Pileg 2024 pemilih di Bali cenderung menyatakan tidak senang dengan penggunaan baliho dan spanduk sebagai media kampanye.
Pemilih menginginkan media kampanye yang lebih interaktif terutama menggunakan media sosial atau media digital yang juga dapat dijangkau masyarakat.
“Mudah-mudahan masing-masing bupati baru paling tidak pasang satu di kecamatan supaya tidak buang-buang uang pasang spanduk, termasuk di daerah pedalaman apa salahnya masing-masing kecamatan ada, jadi ada 57,” ujar Lidartawan.
KPU Bali mencontohkan Kabupaten Karangasem sebagai daerah yang jauh dari perkotaan namun sudah mulai menggunakan videotron meski belum di setiap kecamatan, masih di titik-titik strategis.
Lidartawan menilai pemasangan media komunikasi digital tersebut selain untuk media kampanye lima tahunan juga membantu pemerintah daerah mensosialisasikan program daerah.
Pemasangan videotron menurutnya lebih tepat juga dilakukan kepala daerah sebagai pemilik anggaran, dan sebaiknya dilakukan bertahap mulai dari awal masa kepemimpinan.
“Coba bayangkan kalau itu bisa dilakukan, masyarakat bisa lihat video proyek daerah, lalu harga hari ini misal harga pasar tomat apa kan bisa saja, lalu informasi dinas-dinas bukan hanya untuk kegiatan KPU saja, karena masyarakat sekarang sudah tidak ingin lihat sampah-sampah berserakan,” ujar Ketua KPU Bali.