"Jangan ada dusta di antara kita, sebab saya mengunjungi beberapa daerah dan sempat menanyakan apakah ada koordinasi antara dinas kesehatan dengan perwakilan BKKBN, yang justru disampaikan tidak ada," katanya di Pekanbaru, Jumat.
Ia mengatakan itu dihadapan seratusan peserta dalam acara Rakernas upaya percepatan, pencapaian target MDGs bidang KB dan kesehatan reproduksi menyikapi hasil sementara SDKI tahun 2012 di Pekanbaru.
Permintaan tersebut disampaikannya pula terkait 'lima rapor merah' yang dicap pada institusi BKKBN atas ketidakberhasilan dalam mengembangkan program KB dan kesehatan reproduksi.
Ia menilai penyebabnya antara lain karena melemahnya koordinasi. Sedangkan rapor merah itu ditandai dengan tingginya angka ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan, serta tingginya peserta Pasangan Usia Subur (PUS) yang drop out berKB dan tingginya angka remaja putri usia 15-19 tahun melahirkan.
Menurut Menkes, sejauh ini memang melemahnya koordinasi antara perwakilan BKKBN dengan dinas kesehatan provinsi, kabupaten dan kota.
"Jadi tidak betul disampaikan oleh daerah ke Bapak Menko Kesra bahwa koordinasi sudah terjalin baik," katanya seraya menambahkan laporan seperti itu boleh saja hanya sekadar basa basi namun demikian kini laporan seperti itu tidak diperlukan lagi. (LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.