Badung (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) di Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
“Kami mengajak perguruan tinggi bersama-sama membuat rencana aksi yang mempercepat implementasi terhadap capaian pembangunan kependudukan,” kata Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono saat Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026.
Pada peluncuran ini sebanyak 14 universitas terlibat sebagai pengurus konsorsium, seperti Rektor Universitas Negeri Padang sebagai ketua, Rektor Universitas Udayana sebagai wakil ketua, dan Rektor Universitas Sumatera Utara sebagai sekretaris.
Nantinya perguruan tinggi dalam Konsorsium PTPK ditargetkan untuk menjadi pendamping di daerah dalam pembuatan maupun implementasi dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).
“Nanti juga melakukan evaluasi terhadap capaian-capaiannya bersama dengan Kemendikti Saintek, tapi di kesempatan kali ini konsorsium membicarakan isu-isu aktual yang berkaitan dengan kependudukan, kesehatan reproduksi, dan keluarga berencana atau pembangunan keluarga,” ujar Budi Setiyono.
Dalam PJPK, kata dia, Kemendukbangga sudah menyusun kerangka besar menuju Indonesia Maju 2045 dengan 30 indikator, termasuk yang berkaitan dengan peningkatan kualitas penduduk, menjaga kuantitas, termasuk distribusi penduduk.
Sektor pendidikan memiliki peran penting untuk memastikan seluruh indikator berjalan di lapangan, lanjutnya, sehingga di luar 200 anggota dan pengurus konsorsium yang sudah bergabung, pemerintah tetap menantikan perguruan tinggi negeri-swasta lainnya ikut terlibat.
Selanjutnya Kemendukbangga juga mengajak Konsorsium PTPK mengintegrasikan career development center yang dikerjakan bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memastikan jumlah dan jurusan lulusan perguruan tinggi atau suplai sesuai dengan permintaan dari lapangan kerja.
Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco mengatakan berdasarkan rekomendasi dari tim di Konsorsium PTKP nantinya pemerintah dapat mendesain ulang arsitektur pendidikan di Indonesia.
“Agar apa yang kita hasilkan nanti dengan pendidikan tinggi relevan dengan kebutuhan industri dan juga bisa menopang untuk mencapai Indonesia Maju 2045, karena saat ini arsitektur pendidikan tinggi Indonesia ini terlalu banyak over-supply di beberapa program studi,” ujarnya.
Kemdiktisaintek, lanjut dia, elihat beberapa program studi yang lulusannya dibutuhkan oleh industri, justru kekurangan SDM.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.