Jakarta (Antara Bali) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan pihaknya tahun ini mengalokasikan dana Rp1 triliun tahun ini untuk pembangunan shelter atau tempat penampungan bagi pengungsi korban bencana alam.

"Anggaran Rp1 triliun itu bagian dari dana rantai komando kesiapsiagaan bencana sebesar Rp16 trilun. Dari Rp1 triliun itu, Rp400 miliar akan diprioritaskan untuk membangun shelter di Padang," kata Syamsul Maarif di Jakarta, Selasa.

Khusus di Padang, Syamsul mengatakan penampungan pengungsi akan dibangun setiap 500 meter. Pemerintah setempat meminta rumah-rumah ibadah bisa diperkuat supaya bisa menjadi tempat penampungan bagi pengungsi.

Karena itu, kata Syamsul, dana Rp1 triliun itu tidak hanya untuk membangun tempat-tempat penampungan baru, tetapi juga untuk memperkuat tempat penampungan yang lama, termasuk tempat-tempat ibadah.

"Beberapa pemerintah daerah memang meminta tempat-tempat ibadah juga difungsikan sebagai shelter. Di Maumere misalnya, sirine tanda bencana juga ditempatkan di halaman keuskupan dan dioperasikan oleh pihak keuskupan," tuturnya. (*/DWA/IGT)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026