Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali akan merekrut tenaga penyuluh bahasa daerah untuk ditempatkan di setiap desa adat pada 2014.

"Memang perlu anggaran untuk bisa mewujudkan rencana itu. Tetapi dengan melihat kemampuan keuangan daerah yang ada, kami rasa bisa," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menemui perwakilan Aliansi Peduli Bahasa Daerah se-Bali di Denpasar, Jumat.

Pernyataan itu sekaligus untuk menanggapi usulan Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Prof Dr I Made Titib sebagai salah satu upaya untuk lebih meningkatkan pemahaman bahasa Bali di kalangan masyarakat dan untuk menyerap sarjana lulusan sastra Bali.

Menurut Pastika, diperlukan komitmen yang kuat untuk melestarikan bahasa daerah karena sesungguhnya roh Bali terletak pada adat dan agama. Hal itu juga sejalan dengan upaya melestarikan adat dan agama di tengah lingkungan pergolakan dunia yang terus berubah.

"Harus ditindaklanjuti usulan itu dan saya sangat bangga dengan bahasa Bali. Hanya dengan bahasa daerah kita tahu persis kehidupan filosofi orang Bali," ujarnya.

Para penyuluh bahasa Bali direncanakan akan tersebar pada1.483 desa pakraman sesuai dengan jumlah total desa adat. Mereka akan mendapatkan honor tiap bulan sekitar Rp1 juta. (LHS/IGT/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026