Denpasar (Antara Bali) - Pemimpin Kantor Wilayah 08 Bank Negara Indonesia Denpasar, Suhendry Hafni, mengakui kasus pembobolan ATM belakangan ini cukup berbahaya tetapi berdampak negatif, khususnya yang terkait kepercayaan nasabah BNI di Bali tergolong kecil.
"Sejauh ini kami tak melihat terjadinya penarikan uang tabungan secara besar-besaran, kecuali sebagian kecil nasabah memilih mengalihkan simpanannya ke bentuk deposito dengan alasan lebih aman," katanya menjawab ANTARA di Denpasar, Jumat sore.
Didampingi Kepala Ahli Ekonomi Regional BNI Kanwil 08 Denpasar I Wayan Ramantha dan Pemimpin Sentra Kredit Kecil BNI Denpasar Eben Eser Nainggolan, disebutkan bahwa nasabah tetap mempercayakan penyimpanan uangnya di BNI, karena mereka mengetahui langkah-langkah penanganan dalam menyikapi kasus tersebut dapat memuaskan.
"Kami tidak hanya segera mengganti uang nasabah yang dibobol melalui modus penjiplakan kartu ATM itu, tetapi juga meminta nasabah melengkapi tabungannya dengan sistem peringatan melalui fasilitas notifikasi atau pemberitahuan setiap terjadi transaksi," katanya.
Fasilitas notifikasi dapat diminta melalui petugas pelayanan BNI, yakni dengan menambahkan nomor telepon seluler nasabah, sehingga setiap terjadi transaksi, seperti pengambilan uang melalui ATM, akan langsung ada kiriman pesan pemberitahuan ke nomor telepon yang didaftarkan tersebut.
Suhendry Hafni yang akrab disapa Hendry menjelaskan, walaupun dari 82 mesin ATM yang tersebar di Bali hanya dua mesin anjungan tunai mandiri di kawasan wisata Sanur yang menjadi sasaran pembobolan, pihaknya segera memeriksa seluruh mesin ATM tersebut dan menambah sarana pengamanannya.
"Kami juga mengevaluasi kebutuhan petugas keamanan di setiap mesin ATM dan menyarankan nasabah mengganti nomor kunci penarikan (PIN). Saat menarik uang di ATM, nasabah juga harus lebih waspada terhadap orang yang ada di sekitarnya. Pilihlah mesin ATM yang dinilai aman," harapnya.
Hendry tidak merinci jumlah nasabah dan nilai uangnya yang dibobol sindikat penjahat melalui dua mesin ATM di Sanur itu, kecuali disebutkan, jumlahnya tidak terlalu banyak dan dengan telah ditingkatkannya pengamanan, kasus tersebut diharapkan tidak terulang lagi.
"Kondisi seluruh mesin ATM sudah sangat aman, kami berharap kasus serupa tidak terjadi lagi. Kalau masih ada yang kehilangan uangnya silahkan melapor dan jika benar itu terkait kasus pembobolan ATM, bukan karena kesalahan nasabah, segera kami ganti," tambahnya.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.