Informasi yang dihimpun, Jumat menyebutkan, bus tersebut meluncur dari arah Denpasar, dan saat memasuki wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mendadak ban depan bagian kanannya pecah.
Karena melaju dalam kecepatan tinggi, sopir yang belum diketahui identitasnya tidak mampu menguasai bus sehingga melintir ke kanan jalan.
Pada saat bersamaan, dari arah Gilimanuk meluncur sepeda motor Honda Vario yang dikemudikan Putu Ferdy Dyan Permadi, dengan membonceng I Putu Gede Muliarta.
Tabrakan telak tidak bisa dihindari, yang menyebabkan Ferdy tewas ditempat karena luka parah pada kepala, sementara Muliarta meninggal saat dalam perawatan di RSU Negara.
"Setelah kecelakaan itu, sopir bus langsung melarikan diri dengan meninggalkan busnya. Kami masih melakukan pengejaran," kata Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Gusti Made PUnia saat dikonfirmasi wartawan.
Akibat sopir yang melarikan diri ini, penumpang bus Kharisma Marga Hayu tersebut sempat terlantar sebelum diangkut bus lainnya.(GBI)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.