"Untuk mencapai penduduk yang tumbuh berimbang perlu dilakukan program KB," kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Sudibyo Alimoeso di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, jumlah penduduk yang tumbuh dan berimbang bisa diartikan adanya keseimbangan antara angka kelahiran dan jumlah kematian.
Hal tersebut, kata dia, bisa menghindari adanya kemungkinan ledakan penduduk yang bisa mengancam ketersediaan pangan, kecukupan lahan, penyiapan energi hingga lapangan pekerjaan.
Menurut Sudibyo, sejumlah hal bisa dilakukan untuk mencapai penduduk tumbuh dan berimbang pada 2015, di antaranya melalui peningkatan pelayanan kontrasepsi, penundaan usia perkawinan dan lain sebagainya.
"Di negara lain, contohnya China, aborsi dijadikan salah satu upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk bagi mereka yang memiliki anak banyak, namun kebijakan tersebut jelas tidak bisa dilakukan di Indonesia," ucapnya.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.