Hal itu akibat mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak bisa melakukan perawatan bangunan dan benda-benda koleksi museum, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Buleleng, Jero Ketut Warkadea, Minggu.
Ia mengatakan, sejumlah pengurus Yayasan Pelestarian Warisan Bali Utara sempat melakukan konsultasi terkait kesulitan yang dihadapi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk pengelolaan museum mengucurkan dana sangat kecil sehingga tidak bisa melakukan perawatan benda-benda budaya dengan baik.
Jika kondisi itu masih berlanjut di masa-masa mendatang dikhawatirkan pihak Yayasan akan menutup kegiatan museum Buleleng.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026