Hal itu ditegaskan Pastika dalam sambutannya saat membuka Rapat Konsultasi TP PKK Provinsi Bali, yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Bali, Nyonya Ayu Pastika, dan seluruh pengurus PKK di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota di Bali, di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Sabtu.
Menurut Mangku Pastika, masih diperlukan evaluasi agar berbagai program yang dilaksanakan TP PKK benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Programnya sudah bagus dan jika benar-benar dilaksanakan dengan baik dan bersinergi dengan program pemerintah, seharusnya masyarakat Bali sudah sejahtera. Karena PKK ini telah lama terbentuk," katanya.
Untuk itu, dia berharap agar kegiatan rapat koordinasi ini bisa menjadi ajang evaluasi pada berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian terhadap berbagai program yang sudah dilaksanakan.
"Walaupun programnya bagus, namun jika pelaksanaannya tidak maksimal maka hasilnya tidak akan sesuai harapan," katanya.
Dia memberi contoh tentang program pembinaan ke desa-desa agar jangan sampai program itu terhenti hanya pada tahap pembinaan. Pembinaan perlu ditindaklanjuti dengan penilaian dan pengawasan, apakah berbagai arahan sudah dilaksanakan oleh masyarakat.
"Percuma juga kalau berbagai arahan tidak dilaksanakan oleh masyarakat. Selain itu, pola pembinaan juga perlu dievaluasi. Ada kalanya masyarakat di pedesaan bosan menerima kunjungan Tim Pembina," katanya.
Apalagi yang dianggap kurang bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
"Untuk itulah perlu ada inovasi-inovasi yang kreatif dalam upaya pembinaan agar manfaatnya menyentuh langsung kepentingan masyarakat," kata dia.
Dia mengharapkan, selain menjadi ajang evaluasi, rapat koordinasi ini juga dapat menjadi umpan balik (feedback) dalam menyusun program kerja TP PKK tahun yang akan datang.
Dia juga berharap rapat ini dapat dijadikan ajang diskusi dan curah pendapat tentang berbagai persoalan yang perlu dicarikan solusinya.
PKK juga diharapkan ikut berperan aktif dalam mengatasi berbagai persoalan kemasyarakatan seperti kekerasan dalam rumah tangga, fenomena bunuh diri, HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba hingga pelecehan seksual.
Selain itu, pemerintah juga masih dihadapkan pada masih angka buta huruf yang masih tinggi dan pengangguran, serta tingkat kesejehteraan masyarakat yang masih belum merata.
Sejalan dengan harapan Gubernur Bali, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ayu Pastika, bertekad untuk melakukan tindakan nyata dalam membantu keluarga menuju kemandirian.
"Untuk itu, TP PKK akan berupaya memperkuat kelembagaan demi pelaksanaan program yang lebih baik," katanya.
Menurut dia, berbagai program yang tertuang dalam 10 Program Pokok PKK sudah sejalan dengan program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali diantaranya bidang kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan dan pelestarian lingkungan.
"Terkait dengan upaya pelestarian lingkungan, belum lama ini PKK Provinsi Bali ikut aktif dalam gerakan penghijauan melalui Gerakan Perempuan Menanam. Gerakan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan hingga ke berbagai pelosok," katanya. (*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.