Bojonegoro (Antara Bali) - PT Kereta Api Indonesia (KAI),  tidak akan memperbolehkan penumpang berdiri atau tidak memperoleh tempat duduk selama angkutan Hari Raya Idul Fitri baik arus mudik maupun balik di kereta api reguler maupun KA tambahan.
        
Direktur Operasional PT KAI Herlianto, ketika di Stasiun Besar Bojonegoro, Sabtu mengatakan, pihaknya tidak akan mengeluarkan kebijakan penumpang bisa naik KA dengan berdiri atau tidak memperoleh tempat duduk baik penumpang arus mudik maupun balik.
        
Meskipun, katanya, di stasiun KA terjadi penumpukan penumpang yang ingin naik KA reguler atau tambahan selama Hari Raya Idul Fitri.
        
"Kami akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, kalau terjadi penumpukkan penumpang di stasiun KA. Caranya, penumpang yang ada itu diangkut dengan bus," paparnya.
        
Ia menjelaskan, kebijakan penumpang KA satu tempat duduk satu penumpang, merupakan usaha memanusiakan penumpang, sehingga tidak semua penumpang yang ada diangkut dengan KA. "Kita selama lebaran ini tidak akan mengubah kebijakan satu tempat duduk satu penumpang," ucapnya.
        
Ia juga mewaspadai keberadaan calo karcis KA selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri tahun ini, dengan menempatkan petugas di semua stasiun KA.(*/M038/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026