Denpasar (Antara Bali) - Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mendorong panitia Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-34 bekerja optimal turut melestarikan seni dan budaya Pulau Dewata.

Kepala Disbud Bali Ketut Suastika di Denpasar, Selasa, mengatakan, kegiatan kesenian tahun ini berjalan dengan baik dan ditingkatkan dari tahun sebelumnya.

"Tahun sebelumnya berbagai sorotan dan kritikan dari masyarakat telah kami himpun, di antaranya pementasan kesenian masih ada yang belum tepat jadwal, penataan ajungan pedagang kaki lima (PKL), dan penataan parkir kendaraan pengunjung," katanya dalam rapat koordinasi terkait kegiatan PKB pada 9 Juni-7 Juli 2012.

Salah satu faktor terpenting yang cukup mendapatkan sorotan tajam adalah adanya tindakan hegemoni desa pakraman (adat) di lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Dalam pelaksanaan PKB tahun lalu, ISI Denpasar dikuasai secara paksa oleh oknum preman yang mengatasnamakan desa pakraman.Tak pelak, kata dia, kalangan seniman merasa terpinggirkan dan terabaikan, terutama mereka yang berasal dari luar daerah dan luar negeri.

Atas peristiwa itu, Pembantu Rektor II ISI Denpasar Gede Arya Sugiartha berharap PKB nanti areal ISI Denpasar dijadikan kawasan bebas parkir.(LHS/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026