Denpasar (Antara Bali) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III segera menarik diri dari Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem,  karena ingin lebih berkonsentrasi mengelola Pelabuhan Benoa, Denpasar.

"Kami segera mengajukan MoU dengan Pemkab Karangasem untuk mengelola  Pelabuhan Tanah Ampo paling lama enam bulan hingga satu tahun. Setelah itu, kami lebih berkonsentrasi mengelola Pelabuhan Benoa untuk menyambut kedatangan kapal pesiar," kata General Manajer PT Pelindo III Cabang Benoa, Iwan Sabatini, Minggu.

Ia mengemukakan bahwa selama 2012, Pelindo menargetkan kedatangan 40 unit kapal pesiar dari Singapura dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang mengangkut wisatawan mancanegara di Pelabuhan Benoa.

Selama periode Januari-Februari 2012, sudah ada 11 unit kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Benoa. Sejak awal Pelindo sudah tidak tertarik mengelola Pelabuhan Tanah Ampo. Namun karena adanya SK Menhub pada 2011, Pelindo akhirnya diperintahkan untuk mengelola pelabuhan yang dibangun oleh Pemkab Karangasem dan Pemprov Bali itu.

Pada akhir Februari 2012, Menhub juga mengeluarkan SK penetapan bahwa PT Karangasem Sejahtera sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang juga memiliki kewenangan mengelola Pelabuhan Tanah Ampo.

"Dengan adanya SK penetapan PT Karangasem Sejahtera sebagai BUP, maka kami tidak ingin lama-lama lagi mengelola Tanah Ampo. Paling tidak, enam bulan sampai satu tahun saja," kata Iwan.(M038/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026