"Akhir tahun ini sudah akan selesai bangunannya, paling lambat awal tahun depan," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama kepada pers di Jakarta, Rabu.
Pemerintah menyumbangkan dana sebesar 2,1 juta dolar AS untuk pembangunan pusat jantung tersebut dan ditambah dengan dana lain dari Islamic Development Bank (IDB).
Tjandra menyebut pembangunan pusat jantung Indonesia di Rumah Sakit al Shifa di Gaza itu adalah sebagai bentuk bantuan antar pemerintah (G to G) terhadap negara tersebut.
Untuk pembangunannya, Pemerintah Palestina mewakafkan tanah seluas 16.261 meter persegi untuk dibangun gedung yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp10 miliar.
RS tersebut akan dibangun enam lantai dan dua lantai di antaranya di bagian wing merupakan Indonesian Cardiac Center.(*/R-M038)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.