Akibat semburan gas air mata yang disemprotkan Polisi dari kendaraan water canon, membuat udara di sekitar sekitar pintu gerbang Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, menjadi tercemar gas air mata, sehingga mata setiap orang yang ada di lokasi tersebut menjadi perih.
Baca juga: DPR rapat paripurna 10
Bambang Soesatyo yang ingin menemui mahasiswa pendemo baru berjalan mendekati gerbang utama Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, tapi terkena semburan gas air mata, membuat matanya perih, sehingga berbalik arah kembali masuk ke dalam gedung.
Bambang Soesatyo segera dievakuasi oleh sejumlah petugas pengamanan dalam (Pamdal) gedung. Sebelumnya, Bambang Soesatyo telah menunggu perwakilan dari para pendemo untuk melakukan dialog di dalam gedung, karena perwakilan mahasiswa belum hadir, sehingga dirinya yang berusaha keluar menemui massa mahasiswa.
Sementara itu, di depan pintu gerbang utama Gedung MPR/DPR/DPD RI, setelah Polisi menyemprotkan gas air mata, massa mahasiswa bergeser menjauh dari pintu gerbang. Mereka kemudian berjalan melalui sisi kanan yakni di Jalan Gerbang Pemuda menuju pintu belakang Gedung Parlemen tersebut. Sebagian mahasiswa berjalan melalui sisi kiri melalui jalan Tentara Pelajar menuju pintu belakang Gedung Parlemen.
Di luar pintu gerbang belakang, para mahasiswa kemudian melakukan orasi lagi.
Baca juga: Wagub Bali minta DPR kaji ulang pasal-pasal RKUHP
Pewarta: Riza HarahapEditor : Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.