"Ekspor patung batu padas Buddha dari berbagai ukuran masih ada, akan tetapi tidak seramai tahun lalu," kata Made Renga, pematung dan pengusaha kerajinan batu padas, saat ditemui di bengkel kerjanya di Gianyar, Sabtu.
Kerajinan batu padas tetap laku ke pasar ekspor karena Bali dinilai kreatif dalam mengembangkan desain dan mampu memenuhi permintaan pasar.
Namun volume dan perolehan devisanya berkurang akibat konsumen lebih mementingkan keperluan yang lebih mendesak.
"Pemasaran aneka kerajinan Bali memang berkurang. Tidak saja patung berbahan baku batu padas, barang seni jenis lainnya juga mengalami hal serupa, akibat krisis ekonomi global," kata Kasi Ekspor Disperindag Bali, Putu Bagiada.(**)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.