• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bali
Selasa, 3 Februari 2026
Antara News bali
Antara News bali
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Prabowo saat buka Rakornas: Rakyat dambakan pemimpin jujur dan adil

      Prabowo saat buka Rakornas: Rakyat dambakan pemimpin jujur dan adil

      Senin, 2 Februari 2026 13:03

      Usai dari Swiss, Prabowo terbang ke Paris dan dijamu Macron di Istana lyse

      Usai dari Swiss, Prabowo terbang ke Paris dan dijamu Macron di Istana lyse

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:27

      Prabowo kunjungi IKN beri koreksi soal desain

      Prabowo kunjungi IKN beri koreksi soal desain

      Selasa, 13 Januari 2026 20:37

      Sekda Denpasar: Disiplin dan kinerja baik jadi resolusi tahun baru

      Sekda Denpasar: Disiplin dan kinerja baik jadi resolusi tahun baru

      Selasa, 6 Januari 2026 5:45

      Pemkab Badung perkuat tata kelola ruang untuk cegah bencana

      Pemkab Badung perkuat tata kelola ruang untuk cegah bencana

      Minggu, 14 September 2025 22:04

  • Updates
    • BGN atur bahan baku MBG jelang Ramadhan

      BGN atur bahan baku MBG jelang Ramadhan

      Senin, 2 Februari 2026 20:56

      Gunung Semeru kembali erupsi, tinggi letusan 1 kilometer

      Gunung Semeru kembali erupsi, tinggi letusan 1 kilometer

      Jumat, 30 Januari 2026 8:56

      Akademisi ungkap penularan virus Nipah di RI masih terdeteksi pada kelelawar

      Akademisi ungkap penularan virus Nipah di RI masih terdeteksi pada kelelawar

      Kamis, 29 Januari 2026 18:16

      Antisipasi virus Nipah, Karantina Denpasar waspadai rute penerbangan dari India

      Antisipasi virus Nipah, Karantina Denpasar waspadai rute penerbangan dari India

      Kamis, 29 Januari 2026 18:04

      Siapkan payung, BMKG prakirakan Denpasar hujan ringan Kamis ini

      Siapkan payung, BMKG prakirakan Denpasar hujan ringan Kamis ini

      Kamis, 29 Januari 2026 7:21

  • Ekonomi
    • Pemkab Bangli Bali ciptakan program kerja perkuat kebijakan nasional

      Pemkab Bangli Bali ciptakan program kerja perkuat kebijakan nasional

      Senin, 2 Februari 2026 22:26

      DPRD sidak KEK Kura-Kura Bali cek perubahan fungsi Tahura

      DPRD sidak KEK Kura-Kura Bali cek perubahan fungsi Tahura

      Senin, 2 Februari 2026 22:06

      Selama Januari 2026, Bali alami deflasi 0,34 persen

      Selama Januari 2026, Bali alami deflasi 0,34 persen

      Senin, 2 Februari 2026 20:43

      Pansus TRAP evaluasi pembangunan Marina KEK Kura-Kura Bali

      Pansus TRAP evaluasi pembangunan Marina KEK Kura-Kura Bali

      Senin, 2 Februari 2026 18:34

      Produksi migas di Indonesia tembus 1,03 juta barel per hari 2025

      Produksi migas di Indonesia tembus 1,03 juta barel per hari 2025

      Senin, 2 Februari 2026 12:38

  • Humaniora
    • "Child grooming" manipulatif dan berbahaya bagi anak

      "Child grooming" manipulatif dan berbahaya bagi anak

      Senin, 2 Februari 2026 20:51

      Beasiswa SMA dan sarjana untuk anak petani bakal tersedia di Badung Bali

      Beasiswa SMA dan sarjana untuk anak petani bakal tersedia di Badung Bali

      Senin, 2 Februari 2026 20:44

      Gubernur Koster respons teguran Presiden dengan bentuk satgas kebersihan pantai

      Gubernur Koster respons teguran Presiden dengan bentuk satgas kebersihan pantai

      Senin, 2 Februari 2026 18:46

      Gubernur Koster: Papan nama usaha harus gunakan aksara Bali!

      Gubernur Koster: Papan nama usaha harus gunakan aksara Bali!

      Senin, 2 Februari 2026 7:27

      Kampanye program Mahasiswa Berdampak di Undiksha Singaraja

      Kampanye program Mahasiswa Berdampak di Undiksha Singaraja

      Senin, 2 Februari 2026 6:57

  • Pariwisata
    • Menengok desa wisata tetangga Bali, Desa Kemiren Banyuwangi

      Menengok desa wisata tetangga Bali, Desa Kemiren Banyuwangi

      Senin, 2 Februari 2026 7:15

      Pemprov Bali perkuat kerja sama pariwisata dengan Inggris

      Pemprov Bali perkuat kerja sama pariwisata dengan Inggris

      Sabtu, 31 Januari 2026 14:34

      Kemenpar: Kami tunggu kebijakan Kemenkes soal Nipah sebelum ambil langkah

      Kemenpar: Kami tunggu kebijakan Kemenkes soal Nipah sebelum ambil langkah

      Jumat, 30 Januari 2026 15:09

      Legislator: Sport & Wellness Tourism jadi peluang baru pariwisata di Bali

      Legislator: Sport & Wellness Tourism jadi peluang baru pariwisata di Bali

      Jumat, 30 Januari 2026 14:38

      Bupati Badung dialog dengan warga cari solusi rekayasa lalin pariwisata

      Bupati Badung dialog dengan warga cari solusi rekayasa lalin pariwisata

      Selasa, 27 Januari 2026 21:48

  • Fokus Hoax
    • Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Senin, 12 Januari 2026 7:25

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Minggu, 3 Desember 2023 22:19

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Minggu, 26 November 2023 15:28

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Rabu, 15 November 2023 21:16

      Kemenkominfo ingatkan penyebar hoaks Pemilu 2024 bisa di penjara

      Kemenkominfo ingatkan penyebar hoaks Pemilu 2024 bisa di penjara

      Jumat, 27 Oktober 2023 16:49

  • Olahraga
    • Inter Milan kandaskan Cremonese 2-0

      Inter Milan kandaskan Cremonese 2-0

      Senin, 2 Februari 2026 7:08

      Juventus tundukkan Parma 4-1 Liga Italia

      Juventus tundukkan Parma 4-1 Liga Italia

      Senin, 2 Februari 2026 7:05

      Arsenal pesta gol lawan Leeds 4-0

      Arsenal pesta gol lawan Leeds 4-0

      Minggu, 1 Februari 2026 7:19

      Barcelona melesat di puncak klasemen Liga Spanyol

      Barcelona melesat di puncak klasemen Liga Spanyol

      Minggu, 1 Februari 2026 7:15

      AS Roma lolos 16 besar usai imbang 1-1 lawan Panathinaikos di Liga Europa

      AS Roma lolos 16 besar usai imbang 1-1 lawan Panathinaikos di Liga Europa

      Jumat, 30 Januari 2026 9:15

  • Taksu
    • Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Kamis, 29 Januari 2026 15:31

      PHDI pastikan legalitas usai menang gugatan ke-10

      PHDI pastikan legalitas usai menang gugatan ke-10

      Minggu, 25 Januari 2026 13:59

      Tokoh lintas agama di Bali berdoa untuk Nusantara

      Tokoh lintas agama di Bali berdoa untuk Nusantara

      Minggu, 18 Januari 2026 13:27

      Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spiritual

      Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spiritual

      Kamis, 15 Januari 2026 9:40

      Kemenag dukung pemerataan layanan pendidikan Hindu

      Kemenag dukung pemerataan layanan pendidikan Hindu

      Jumat, 9 Januari 2026 20:44

  • Artikel
    • Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Selasa, 20 Januari 2026 15:54

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Jumat, 5 Desember 2025 16:54

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Minggu, 21 September 2025 19:14

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Rabu, 20 Agustus 2025 15:44

      Pengembangan satuan TNI, dari Kopassus, Marinir, hingga Kopasgat

      Pengembangan satuan TNI, dari Kopassus, Marinir, hingga Kopasgat

      Minggu, 10 Agustus 2025 10:28

  • Seni dan Hiburan
    • Padi Reborn bawa nostalgia di konser Dua Delapan

      Padi Reborn bawa nostalgia di konser Dua Delapan

      Minggu, 1 Februari 2026 7:22

      Polisi selidiki asal "whip pink" di apartemen Lula Lahfah

      Polisi selidiki asal "whip pink" di apartemen Lula Lahfah

      Sabtu, 31 Januari 2026 8:02

      Lisa Blackpink syuting di Kota Tua Jakarta, polisi rekayasa lalu lintas

      Lisa Blackpink syuting di Kota Tua Jakarta, polisi rekayasa lalu lintas

      Kamis, 29 Januari 2026 19:38

      Demi Caper, berat badan Amanda Manopo naik 14 kg

      Demi Caper, berat badan Amanda Manopo naik 14 kg

      Kamis, 29 Januari 2026 19:11

      Film Para Perasuk berlaga di Sundance Film Festival 2026

      Film Para Perasuk berlaga di Sundance Film Festival 2026

      Selasa, 27 Januari 2026 7:50

  • Foto
    • Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Minggu, 28 Desember 2025 9:32

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Sabtu, 27 Desember 2025 21:53

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Kamis, 18 Desember 2025 5:42

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Kamis, 18 Desember 2025 5:37

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Kamis, 18 Desember 2025 5:33

  • Video
    • DPRD Bali inspeksi sejumlah area KEK Kura-Kura Bali di Pulau Serangan

      DPRD Bali inspeksi sejumlah area KEK Kura-Kura Bali di Pulau Serangan

      Selasa, 3 Februari 2026 0:15

      Tiga WN Australia dituntut belasan tahun penjara atas kasus penembakan

      Tiga WN Australia dituntut belasan tahun penjara atas kasus penembakan

      Senin, 2 Februari 2026 22:51

      Pemerintah tegaskan strategi nasional perlindungan laut dan pesisir

      Pemerintah tegaskan strategi nasional perlindungan laut dan pesisir

      Sabtu, 31 Januari 2026 20:09

      Pertemuan CSA ke-30, jaga sumber daya tuna di Samudera Hindia

      Pertemuan CSA ke-30, jaga sumber daya tuna di Samudera Hindia

      Jumat, 30 Januari 2026 23:17

      Indonesia soroti perlindungan laut dan pariwisata berkelanjutan

      Indonesia soroti perlindungan laut dan pariwisata berkelanjutan

      Jumat, 30 Januari 2026 18:53

  • English

Lipsus - Ombak besar hadang nelayan Jembrana Bali

Minggu, 7 Juli 2019 20:43 WIB

Lipsus - Ombak besar hadang nelayan Jembrana Bali

Aktivitas nelayan di Kabupaten Jembrana (Foto Antaranews Bali/Gembong Ismadi/2019)

Jembrana (ANTARA) - Meskipun terbuat dari kayu, perahu nelayan Kabupaten Jembrana, Bali, mampu menghadang dan menghadapi ombak besar dan gelombang tinggi di lautan yang kerap muncul belakangan ini.

Memasuki bulan Juli, cuaca kurang bersahabat di lautan sudah merupakan hal yang biasa, bahkan dianggap wajar oleh nelayan Jembrana, sehingga tidak menyurutkan upaya mereka untuk mencari ikan ke tengah laut.

Musim timuran, demikian nelayan setempat menyebut, adalah saat cuaca buruk yang ditandai dengan angin dan arus yang kencang serta ombak besar atau gelombang tinggi mulai menerpa perahu mereka saat di tengah laut.

"Memang sekarang lagi musim angin timur. Sudah pasti ombak akan besar disertai angin kencang dan arus laut yang deras. Bagi kami itu sudah biasa," kata Akim, salah seorang nelayan dari Desa Pengambengan, Kecamatan Negara yang merupakan sentra perikanan tangkap di Kabupaten Jembrana.

Bagi Akim dan nelayan lainnya, musim timuran dengan cuaca buruknya bukan berarti membuat mereka libur, tapi tetap melaut dengan berbekal pengetahuan dari pengalaman saat menghadapi situasi yang sama.

Saat laut mengombang-ambingkan perahu selerek yang terbuat dari kayu, tukang panggung (sebutan untuk sejenis nahkoda dalam perahu tradisional masyarakat Jembrana) serta pemegang kemudi dan mesin, harus pintar-pintar mengarahkan perahu agar tidak berbenturan langsung dengan ombak.

"Saat ombak besar datang, perahu harus diarahkan sedikit miring sehingga ombak menghantam sebagian sisi depan perahu. Kalau perahu diarahkan berhadap-hadapan dengan ombak, bisa-bisa tenggelam," kata Madek Rahman, nelayan lainnya yang bertugas memegang kendali mesin.

Dengan perahu yang harus terus diarahkan agar ujung depan tidak langsung dihantam ombak, seluruh awak perahu harus waspada, bahkan saat menebarkan jaring.

Terjangan ombak sampai air laut masuk ke geladak perahu, merupakan hal yang biasa bagi nelayan Jembrana saat musim timuran.

Godaan kelebat ikan lemuru, tongkol maupun layang membuat mereka tetap menerjang badai sampai batas kemampuan dari perahu yang memiliki awak 35 sampai 40 orang tersebut.

Baik Akim maupun Madek mengungkapkan, pola tangkap nelayan yang menggunakan perahu selerek adalah dengan mengejar dan mengepung gerombolan ikan dengan jaring.

Agar perahu bisa menjalankan fungsi tersebut, perahu selerek terdiri dari dua unit perahu dengan peran satu membawa jaring dan satu sebagai penampung ikan hasil tangkap.

Saat tukang panggung melihat gerombolan ikan dalam jumlah besar, ia meneriakkan aba-aba dengan sorotan lampu senter besar sebagai perintah mengejar dan menurunkan jaring dengan pola memutar.

"Dalam cuaca yang baik, mengejar ikan hingga menurunkan dan menarik jaring bukan pekerjaan yang sulit. Tapi kalau cuaca buruk seperti ini, pekerjaan itu jadi berat dan penuh resiko," kata Akim.

Akibat cuaca buruk, ia mengatakan, setiap perahu rata-rata hanya bisa satu kali menebar jaring dengan kondisi perahu yang tiada henti dihempas ombak.

Baca juga: Predator ikan muncul, nelayan Jembrana kembali paceklik

Membatasi volume
Bahkan meski banyak gerombolan ikan yang terlihat, nelayan membatasi volume ikan yang mereka tangkap.

Hal itu karena jika isi perahu terlalu penuh, justru membahayakan keselamatan mereka karena jarak geladak dengan air laut semakin dekat.

Perahu selerek yang beroperasi di perairan Bali dengan pusat sandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara itu memiliki ukuran yang berbeda-beda, demikian juga dengan daya tampungnya.

Rata-rata perahu yang dipakai nelayan memiliki daya tampung maksimal 30 ton hingga 60 ton ikan. Namun ketika cuaca buruk, mereka tidak berani mengisinya secara penuh.

Akim menyebut, perahu dengan daya tampung 30 ton biasanya hanya berani membawa ikan dari tengah laut seberat 10 ton, sementara yang memiliki daya tampung 60 ton bisa membawa ikan hingga 20 ton.

"Saat menaikkan ikan ke perahu, kami juga melihat jarak geladak dengan air laut. Pada situasi cuaca tenang, meskipun hanya satu jengkal jarak geladak dengan air laut karena muatan penuh, itu masih aman. Tapi kalau cuaca seperti sekarang, tidak ada yang berani dengan jarak segitu," katanya.

Cuaca buruk yang belakangan terjadi di laut membawa banyak cerita bagi nelayan perahu selerek Kabupaten Jembrana, yang mampu berlayar hingga ke perairan Jimbaran, Denpasar.

Miswadi, salah seorang nelayan menceritakan pengalaman mencekam saat perahu selereknya dihantam ombak hingga nyaris tenggelam.

Ia memulai cerita saat perahunya mulai keluar dari pintu PPN Pengambengan, ombak besar sudah mulai terasa yang semakin keras saat mencapai jarak dua kilometer dari pelabuhan tersebut.

"Ombak benar-benar menggila. Tidak hanya melontarkan air laut sampai ke geladak, tapi juga membuat perahu terombang-ambing hingga dalam posisi yang sangat berbahaya," katanya.

Melihat perahu tidak mampu menerobos badai tersebut, juru mudi sebagai nahkoda perahu memerintahkan anak buahnya yang memegang mesin dan kemudi untuk kembali ke pelabuhan demi keamanan.

"Situasinya sangat mencekam. Agar selamat kami berdoa bersama sambil sujud mohon perlindungan Tuhan. Salah seorang kawan juga mengumandangkan azan di tengah terpaan air laut yang masuk ke perahu," katanya.

Jika perahu yang ditumpangi Miswadi harus kembali, tidak demikian halnya dengan sejumlah perahu lainnya yang nekat menerobos badai tersebut dan berhasil lolos.

Sejumlah nelayan mengatakan, lolos atau tidaknya perahu dari badai seperti itu tergantung ukuran perahu, serta kemahiran tukang pangung, juru mudi dan tukang mesin dalam mengarahkan perahu.

"Selain kami, ada perahu lain yang berdekatan dengan perahu kami. Tapi perahu itu berhasil menerobos badai dan melanjutkan perjalanan mencari ikan. Ukuran perahunya memang lebih besar dari yang kami tumpangi," katanya.

Hidup dari hasil laut dalam situasi cuaca buruk, merupakan hidup yang penuh spekulasi termasuk hasil tangkap yang tidak selalu nelayan Jembrana dapatkan.

Baca juga: Jembrana alami kekurangan penyuluh perikanan

Menerobos badai
Seringkali keberanian menerobos badai, tubuh yang basah kuyup, mata yang lelah begadang semalaman hingga teror mental perahu diombang-ambingkan ombak tidak sepadan dengan ikan yang mereka peroleh.

Bukan pemandangan yang aneh, setelah satu malam suntuk melaut, perahu yang merapat ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan tidak berisi ikan.

"Dalam situasi seperti ini, pekerjaan nelayan menjadi lebih sulit. Tidak hanya khawatir terhadap badai, tapi juga khawatir tidak mendapatkan hasil tangkap. Tapi inilah resiko jadi nelayan," kata H. Sulaimi, salah seorang pengurus perahu di Desa Pengambengan.

Ia mengatakan, saat ini, perahu mendapatkan hasil tangkap hingga 10 ton sudah termasuk lumayan banyak, karena perahu banyak yang kosong saat kembali.

Selain berpengaruh terhadap hasil tangkap, menurutnya, cuaca buruk di tengah laut juga membuat biaya operasional perahu bertambah, yang rata-rata disebabkan kerusakan alat tangkap.

"Karena harus melawan ombak besar, seringkali muncul kerusakan pada mesin. Selain itu, jaring juga bisa jebol saat ditarik dari laut karena kuatnya arus," katanya.

Kekuatan arus laut yang mampu membuat jaring jebol diakui sejumlah nelayan, yang biasanya terjadi saat jaring ditarik ke atas perahu setelah ditebar.

Akim, Madek dan Miswadi mengatakan, seringkali ikan yang sudah tertangkap dalam jaring lepas kembali, karena kombinasi tekanan berat ikan dan arus kencang menyebabkan jaring jebol.

Nelayan yang sudah bertahun-tahun melaut tersebut mengatakan, masing-masing ikan memiliki karakteristik sendiri-sendiri saat tertangkap jaring, hingga berpengaruh terhadap gampang atau sulitnya jaring ditarik.

"Jenis ikan tongkol paling berat saat ditarik, karena ikan ini langsung mati saat masuk ke jaring sehingga bebannya semakin berat. Ikan jenis layang dan lemuru lebih mudah ditarik, karena mereka lebih kuat hidup saat tertangkap jaring dan cenderung mengikuti arah jaring saat ditarik," kata Akim.

Meski tidak selalu mendapatkan ikan, setiap menjelang sore hingga petang hari saat gelap bulan, ratusan perahu keluar dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan dengan arah melaut masing-masing, di tengah badai yang berkecamuk dan sulit diprediksi kemunculannya.

Hal yang sama juga dialami kapal besar di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk (Banyuwangi-Bali). Tidak jarang, kapal harus antre untuk menunggu gelombang tidak terlalu tinggi, atau jika telanjur di tengah lautan pun harus terombang-ambing selama beberapa saat.

"Ya, gelombang tinggi membuat kami membutuhkan waktu lama untuk tiba di tujuan, biasanya hanya 45 menit, tapi sekarang bisa sejam atau bahkan berjam-jam," kata Agus, penumpang kapal dari Jember yang mengaku sudah tiga kali menyeberang dalam waktu yang lama.

Baca juga: Geliat pariwisata "desa nelayan" Padangbai-Bali

Prediksi BMKG
Sebagai lembaga pemantau cuaca, BMKG Kabupaten Jembrana sudah memprediksi cuaca buruk bahkan badai akan muncul di perairan Bali pada medio bulan Juni hingga Agustus.

Kepala BMKG Jembrana Rahmat mengatakan, potensi angin kencang dan gelombang tinggi secara umum terjadi pada bulan Juni hingga Agustus, yang disebabkan menguatnya angin timuran (monsun Australia).

Menguatnya angin timuran tersebut, katanya, untuk saat ini diperkuat dengan munculnya daerah tekanan rendah di belahan bumi utara dan tekanan tinggi di belahan bumi selatan.

"Kombinasi angin timuran dengan tekanan tinggi dan rendah di belahan bumi tersebut menyebabkan angin timuran semakin kencang. Hal itu memicu gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia secara umumnya, khususnya wilayah Bali," katanya.

Ia mengungkapkan, gelombang tinggi tersebut masih akan muncul secara fluktuatif dan periodik hingga bulan Agustus mendatang, sehingga pihaknya mengimbau nelayan termasuk masyarakat pesisir untuk waspada angin kencang dan gelombang tinggi.

Jika cuaca buruk belakangan berpengaruh terhadap kehidupan nelayan khususnya nafkah mereka, tidak demikian halnya dengan sektor pariwisata pantai di Kabupaten Jembrana yang tetap berjalan seperti biasa.

Data dari Humas Pemkab Jembrana menyebutkan, jumlah kunjung wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke objek wisata pantai tetap stabil hingga bulan Juni lalu.

Dari apa yang disampaikan Humas Pemkab Jembrana, bisa diambil kesimpulan dampak negatif paling besar saat cuaca buruk seperti saat ini terjadi pada masyarakat nelayan.

Mereka, nelayan, bukanlah orang-orang pemberani yang siap mengorbankan nyawa saat melaut, namun kenekatan mereka menerobos badai lebih pada tuntutan hidup sehari-hari.

Jika mereka hanya berdiam diri hingga cuaca buruk berlalu pada bulan Agustus, dipastikan anak isteri yang mereka nafkahi akan terbengkalai bahkan terlantar.

Akhirnya, keputusan atau kenekatan mereka menghadang badai dengan perahu kayu, disebabkan tidak ada pilihan lain jika ingin anak isteri mereka tetap bisa makan.

Namun dari pengalaman menghadapi ganasnya lautan, sampai saat ini sangat jarang perahu selerek yang tenggelam di tengah laut karena dihantam badai.

Kenekatan yang terukur, membuat berkali-kali nelayan Kabupaten Jembrana lolos dari jebakan badai yang bisa menyebabkan perahu mereka tenggelam.

Dalam beberapa kali peristiwa perahu tenggelam, rata-rata awak perahu berhasil diselamatkan oleh perahu terdekat, karena kebiasaan nelayan Kabupaten Jembrana, meskipun berbeda perahu, mereka melaut dalam jarak yang berdekatan.

Dekatnya jarak antar perahu saat di tengah laut ini, bisa dilihat dari pesisir Desa Pengambengan saat cuaca cerah, di mana terlihat lampu-lampu di tengah laut yang berasal dari ratusan perahu.

Cuaca cerah dengan hasil tangkap yang melimpah, diharapkan oleh seluruh nelayan Kabupaten Jembrana selepas bulan Agustus, yang dari pengalaman, selepas musim badai akan datang musim ikan.

Apabila cuaca tenang namun tidak ada ikan yang bisa mereka tangkap, kebutuhan hidup mereka akan menjadi badai lainnya yang tidak kalah mencemaskan dengan badai di tengah laut.

Pengalaman sekitar satu tahun lalu, paceklik panjang membuat nelayan harus meninggalkan sejenak jaring-jaringnya untuk mencari nafkah di sektor lainnya seperti menjadi buruh bangunan, yang hasilnya tidak sepadan dengan saat laut memberikan hasil tangkap yang melimpah.

Akibat dari bertahun-tahun berprofesi sebagai nelayan, acapkali saat menjajal pekerjaan di sektor lain, mereka merasa tertekan dan terpaksa, sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal.

Baca juga: Menkominfo minta nelayan pakai aplikasi sebelum melaut

Pewarta: Gembong Ismadi
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Peserta magang asal Jembrana tewas di Malaysia

Peserta magang asal Jembrana tewas di Malaysia

30 Januari 2026 17:51

Jembrana gandeng swasta suplai air pelabuhan ikan internasional yang masuk PSN

Jembrana gandeng swasta suplai air pelabuhan ikan internasional yang masuk PSN

29 Januari 2026 07:12

Angin puting beliung terjang belasan rumah di Jembrana

Angin puting beliung terjang belasan rumah di Jembrana

19 Januari 2026 17:43

Kementan salurkan vaksin tangani penyakit LSD sapi di Jembrana

Kementan salurkan vaksin tangani penyakit LSD sapi di Jembrana

17 Januari 2026 20:23

Tim gabungan gotong royong bersihkan rumah korban banjir di Jembrana

Tim gabungan gotong royong bersihkan rumah korban banjir di Jembrana

16 Januari 2026 20:45

Pemkab Jembrana dan PKL sepakat terkait relokasi untuk penataan kota

Pemkab Jembrana dan PKL sepakat terkait relokasi untuk penataan kota

5 Januari 2026 15:28

Tiga orang dikukuhkan sebagai legenda musik Jegog Jembrana Bali

Tiga orang dikukuhkan sebagai legenda musik Jegog Jembrana Bali

22 Desember 2025 06:02

Pemkab Jembrana beri beasiswa kepada mahasiswa kampus lokal

Pemkab Jembrana beri beasiswa kepada mahasiswa kampus lokal

21 Desember 2025 22:14

Terpopuler

Dinsos Bali pulangkan belasan orang terlantar ke asalnya di awal tahun

Dinsos Bali pulangkan belasan orang terlantar ke asalnya di awal tahun

Ada bansos Rp3 juta untuk lansia di atas 75 tahun di Badung, Bali

Ada bansos Rp3 juta untuk lansia di atas 75 tahun di Badung, Bali

Bupati Badung minta OPD gali potensi pendapatan daerah

Bupati Badung minta OPD gali potensi pendapatan daerah

Harga Emas Antam hari ini anjlok Rp260 ribu

Harga Emas Antam hari ini anjlok Rp260 ribu

Pemkab Badung raih opini kualitas tertinggi tanpa maladministrasi

Pemkab Badung raih opini kualitas tertinggi tanpa maladministrasi

Top News

  • JPU tuntut dua WNA Australia 18 tahun penjara kasus pembunuhan di Bali

    JPU tuntut dua WNA Australia 18 tahun penjara kasus pembunuhan di Bali

    6 jam lalu

  • Gubernur Koster respons teguran Presiden dengan bentuk satgas kebersihan pantai

    Gubernur Koster respons teguran Presiden dengan bentuk satgas kebersihan pantai

    7 jam lalu

  • Indonesia prihatin mendalam Israel serang Gaza, tempuh jalur Dewan Perdamaian

    Indonesia prihatin mendalam Israel serang Gaza, tempuh jalur Dewan Perdamaian

    14 jam lalu

  • Gubernur Koster: Papan nama usaha harus gunakan aksara Bali!

    Gubernur Koster: Papan nama usaha harus gunakan aksara Bali!

    18 jam lalu

  • Tradisi kentongan dari kayu (kulkul) di Bangli dihidupkan lagi ajak warga bersih-bersih

    Tradisi kentongan dari kayu (kulkul) di Bangli dihidupkan lagi ajak warga bersih-bersih

    1 Februari 2026 17:56

Antara News bali
bali.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Updates
  • Business
  • Education
  • Tourism
  • Fokus Hoax
  • Sports
  • Taksu
  • Spectrum
  • Entertainment
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA