Jembrana, Bali (ANTARA) - PDAM Tirta Amertha Jati milik Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali menggandeng pihak swasta untuk melayani kebutuhan air bersih pelabuhan ikan internasional, yang rencananya dibangun di daerah tersebut.
"Kalau kami tangani sendiri investasinya sangat besar. Makanya kami menggandeng pihak swasta," kata Direktur PDAM Tirta Amertha Jati Gede Puriawan di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin.
Dia mengatakan saat ini pihaknya sedang membahas serius dengan salah satu perusahaan untuk merealisasikan kerjasama pengadaan air bersih tersebut.
Dari pembahasan awal, kata dia, pihaknya berinvestasi untuk pembelian lahan, sementara pihak swasta bertanggungjawab untuk pembangunan gedung, infrastruktur serta sarana penunjang lainnya.
Pengolahan air bersih yang akan didistribusikan ke pelabuhan ikan internasional, berlokasi di Dusun Kumbading desa yang sama.
Karena terkait kebutuhan bahan baku air, pihaknya memilih lokasi yang berdekatan dengan aliran Sungai Ijogading.
"Kami akan menggunakan air pada aliran sungai sebagai bahan baku. Aliran yang jauh dari hulu juga menjadi pertimbangan penting," katanya.
Menurut dia, jika mengambil air dari hulu sungai ada aturan neraca air yang harus dipatuhi sehingga volume debitnya terbatas.
Namun dengan air dari aliran sungai apalagi mendekati muara laut seperti di Dusun Kumbading, pihaknya lebih leluasa untuk menyedotnya.
Dari koordinasi dengan Kementerian Kelautan Dan Perikanan, dia mengatakan, debit air yang dibutuhkan di pelabuhan ikan internasional ini mencapai 110 liter per detik.
"Tapi kami akan naikkan debitnya di kisaran 150 liter perdetik untuk mengantisipasi perkembangan pelanggan sesuai arahan Pak Bupati," katanya.
Dalam prosesnya, PDAM akan melibatkan BPKP dan Kejaksaan agar proyek ini berjalan sesuai aturan perundang-undangan.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026