Jembrana, Bali (ANTARA) - PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana menargetkan Rp500 juta sebagai konstribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah setempat.
"Target maksimal kami untuk tahun buku 2025 yang akan diserahkan tahun ini adalah Rp500 juta untuk PAD. Sekarang masih dihitung dan disusun," kata Direktur PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana Gede Puriawan di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu.
Dia mengatakan konstribusi terhadap PAD menjadi salah satu prioritas pihaknya dalam mengelola perusahaan milik Pemkab Jembrana itu.
Selain ekspansi untuk menambah pelanggan, kata dia, efisiensi di internal perusahaan juga dilakukan seperti menerapkan rasio yang masuk akal terkait beban karyawan.
"Rasio itu terkait kebutuhan riil karyawan PDAM. Sekarang rekrutmen karyawan tidak mengikuti berapa yang pensiun, tapi berdasarkan kebutuhan. Meskipun ada yang pensiun, kalau kami belum membutuhkan tidak ada rekrutmen karyawan baru," katanya.
Terkait ekspansi pelanggan dalam skala besar, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan suplai air bersih untuk pelabuhan ikan internasional di Desa Pengambengan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Untuk mencukupi kebutuhan air bersih di pelabuhan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga karena membutuhan dana investasi yang besar.
"Sederhananya kami menyediakan lahan, untuk infrastruktur dan fasilitas lain menjadi kewajiban investor," katanya.
Jika kerja sama ini berjalan, menurut dia, PDAM Tirta Amertha Jati akan mendapatkan keuntungan bersih ratusan juta rupiah sehingga otomatis akan menambah PAD.
Dia mengatakan, kerja sama itu saat ini masih terus dibahas termasuk mengecek lokasi yang direncanakan di Banjar/Dusun Kumbading, Desa Pengambengan.
Rencananya, menurut dia, bahan baku air bersih untuk keperluan pelabuhan ikan internasional akan diambil dari aliran Sungai Ijogading yang dekat muara.
"Kami sudah hitung volume airnya mencukupi karena tidak mengambil di hulu sungai tapi hilirnya," katanya.
Dari air sungai ini pihaknya menargetkan debit air bersih hingga 150 liter perdetik, sehingga tidak hanya kebutuhan pelabuhan yang terpenuhi tapi juga masyarakat.
"Itu sesuai perintah Pak Bupati agar PDAM menjadi penanggungjawab kebutuhan air bersih masyarakat. Sekalian dengan investasi ini kami tidak hanya menghitung kebutuhan industri seperti pelabuhan ikan, tapi juga kebutuhan masyarakat," katanya.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026