Media saya harapkan jangan berkubu-kubu dan dapat menjaga independensi, mungkin bisa dibentuk forum bersama untuk saling mengingatkan gerakan santun bermediaDenpasar, (Antaranews Bali) - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengharapkan insan media di Pulau Dewata turut menciptakan Pemilu 2019 yang berkualitas dengan menjalankan peran yang baik, bertanggung jawab, dan berintegritas.
"Presiden sudah sering menggarisbawahi bahwa dalam proses pemilu untuk mencari pemimpin, jangan sampai mengakibatkan masyarakat kita terpecah belah, dan pers memiliki tugas yang penting dan strategis," kata Kepala Pusat Litbang Aplikasi Informatika dan Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Wiryanta, di Denpasar, Rabu.
Dalam acara bertajuk "Editor's Forum, Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas" itu, Wiryanta juga melihat peran media sosial (medsos) juga sangat besar untuk turut memengaruhi opini masyarakat dalam proses pemilu, selain media jurnalistik yang sudah ada.
"Saat ini peran medsos sangat besar karena setiap orang yang memegang handphone dan terkoneksi internet dapat menuliskan informasi dan men-sharing informasi, meskipun bukan pekerja media," ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Wiryanta, untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, diharapkan pers dapat melaksanakan peran yang baik dan bertanggung jawab, di samping tentu memerlukan partisipasi masyarakat dalam memilah-milah informasi.
Sementara itu, Agus Sudibyo, mantan Ketua Dewan Pers mengatakan meskipun di tengah maraknya masyarakat yang mengakses dan memanfaatkan medsos sebagai rujukan informasi, tetapi berdasarkan hasil penelitian, sekitar 71 persen masyarakat tetap masih percaya pada media jurnalistik sebagai rujukan informasi.
"Jadi, bagaimana kita menjaga kepercayaan ini dengan memberikan yang lebih baik dan lebih dipercaya dibandingkan media sosial. Kalau media dengan karya jurnalistiknya memberikan informasi yanng sama dengan media sosial, apa artinya," ucapnya.
Menurut dia, semestinya wartawan atau jurnalis, dapat memberikan jurnalisme yang bermartabat, yang lebih baik. Hal ini agar profesi wartawan bisa tetap dipercaya masyarakat, apalagi menjelang Pilpres 2019.
"Media saya harapkan jangan berkubu-kubu dan dapat menjaga independensi, mungkin bisa dibentuk forum bersama untuk saling mengingatkan gerakan santun bermedia," ujar Agus Sudibyo.
Sementara itu, pandangan senada disampaikan Prof Bagir Manan. Mantan Ketua Dewan Pers itu mengatakan terkait dengan pemilu, media harus berfungsi sebagai pencerah, sehingga dapat juga memotivasi masyarakat untuk datang ke TPS. "Pers seharusnya dapat menjadi mata dan telinga, sehingga tahapan dan proses pemilu dapat betul-betul memenuhi standar pemilu yang baik," ucapnya.
Bagir Manan juga mempertanyakan, masih sanggupkah wartawan untuk menjaga independensi dan menjaga kepercayaan publik, karena sejatinya mereka memang bekerja untuk kepentingan publik.
Sementara itu, Ketua PWI Bali Dwikora Putra berharap dengan kegiatan yang diselenggarakan tersebut dapat tumbuh kesadaran dari insan media untuk bisa berpartisipasi menurunkan "tensi politik" yang cenderung memanas dan dapat menimbulkan gesekan menjelang pemilu.
"Jauh lebih penting itu kesadaran kebangsaan, sehingga dapat menyajikan pemberitaan yang menyejukkan dan kondusif. Mudah-mudahan dari kegiatan ini bermafaat bagi kita semua menciptakan pemilu yang berkualitas dan bermartabat," ujarnya pada acara yang dihadiri oleh pimpinan redaksi dan sejumlah jurnalis di Pulau Dewata itu.
Dalam kesempatan itu juga diisi dengan deklarasi Pencanangan "Pers Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas" dengan enam butir pernyataan sikap yang dibacakan Ketua PWI Bali dengan didampingi pimpinan redaksi media massa di Bali, serta disaksikan Prof Bagir Manan, Agus Sudibyo, dan staf ahli Kemkominfo Ahmed Kurnia. (*)
Pewarta: Ni Luh RhismawatiEditor : Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.