Denpasar (Antara Bali) - Penerimaan visa kunjungan (Visa on Arrival-VoA) dari wisatawan mancanegara yang ke Bali mencapai 4,5 juta dolar AS selama April 2011, naik 17,9 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat 3,8 juta dolar AS.
Dengan bertambahnya penerimaan VoA, maka untuk caturwulan I-2011 sudah mencapai 16,3 juta dolar, sebab sebelumnya terkumpul 11,8 juta dolar AS, kata Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Denpasar, Sunarto di Denpasar, Selasa.
Dalam laporan statistik ekonomi keuangan daerah Provinsi Bali disebutkan bahwa penerimaan visa kunjungan dari orang asing yang berpelesiran ke Pulau Dewata itu cukup bagus jika dibandingkan kondisi ekonomi internasional yang ada.
Penerimaan dari sektor pariwisata itu dibayarkan oleh sekitar 665.854 orang yang wajib membayar VOA saat menginjakkan kakinya di Bali, sebab tidak semua wisatawan mancanegara yang datang ke daerah ini membayar VOA.
Sebagaimana di laporankan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali menyebutkan bahwa, wisatawan mancanegara yang datang langsung dari negerinya ke Pulau Dewata baik melalui darat maupun laut sebanyak 826.827 orang.
Ada tiga pintu masuk turis asing yang datang langsung dari luar negeri ke Bali, yakni lewat pelabuhan laut Padangbai, Tanjung Benoa dan Bandara Ngurah Rai, namun sebagian besar turis asing ke pulau ini lewat udara.
Besarnya penerimaan dari turis asing yang melakukan perjalanan wisata ke Bali, tentu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini masih mengandalkan dari sektor pariwisata, industri kecil dan pertanian.
Banyak pemasukan dari sektor pariwisata, karena turis luar negeri yang berlibur ke Pulau Dewata umumnya lebih dari seminggu, sehingga pembayaran VOAnya juga lebih besar maka angka penerimaannya tinggi.
Turis asing yang ke Bali membayar VOA rata-rata 25 dolar sekali kunjungan, selama April 2011 misalnya tercatat sebanyak 183.184 orang dari sekitar 221.014 orang masyarakat internasional yang berlibur kala itu.
Jumlah kunjungan turis asing ke Bali saat ini masih cukup stabil termasuk kedatangan pelancong dalam negeri, walau pulau ini sempat digempur pemberitaan majalah Time yang menyebutkan sebagai pulau neraka.
Kedatangan wisatawan dalam dan luar negeri masih ramai apalagi pada musim liburan Lebaran nanti, para pelancong masih kesulitan untuk mendapatkan kamar hotel jika memesannya secara mendadak.(**)
