"Peningkatan usaha itu didorong oleh faktor musiman seperti adanya hari raya Galungan dan Lebaran yang mendorong naiknya permintaan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Senin.
Selain hari raya, hasil survei juga menyebutkan meningkatnya kegiatan usaha juga didorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara pasca erupsi Gunung Agung.
Sektor usaha perdagangan, hotel dan restoran tercatat memiliki nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 11,09 persen. Selain itu sektor yang mencatat nilai tinggi yakni sektor usaha bangunan dengan nilai SBT mencapai 9,29 persen.
Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, tingkat penggunaan kapasitas produksi juga meningkat dari 80,3 persen pada triwulan pertama tahun 2018 menjadi 88,9 persen pada triwulan kedua tahun ini.
Pulihnya kinerja dunia usaha juga terindikasi dari membaiknya kondisi likuiditas dan perusahaan mencetak laba dibanding triwulan sebelumnya. Kemampuan perusahaan untuk mencetak laba meningkat tercermin dari saldo bersih yang naik hampir 10 poin menjadi 57,03 persen.
Sementara itu indikator akses kredit perbankan selama tiga bulan terakhir juga dinilai lebih mudah dibanding triwulan sebelumnya. "Persentase responden menganggap akses kredit mudah dan normal lebih tinggi dari yang menganggap akses kredit lebih sulit," imbuh Causa. (ed)
Pewarta: Dewa WigunaEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026