Denpasar (ANTARA) - Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Bali mulai memberikan penguatan digital ke Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dibantu penyedia sistem digital Kooperasi.com.

“Iya untuk penguatan dan mungkin diintensifkan pemberdayaan pemakaian dari kemajuan teknologi ini, karena mereka (Kopdes Merah Putih) melaksanakan rapat anggota tahunan itu pun pelaporannya digital,” kata Kepala Diskop UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh di Denpasar, Kamis.

Ia menyebutkan dari 716 Kopdes Merah Putih yang sudah terbentuk di Bali, sebanyak 169 desa sudah aktif beroperasi.

Diskop UKM Bali kemudian memberikan alternatif-alternatif dalam mengembangkan usaha koperasi dibantu digitaliasi, sehingga nantinya mereka mudah dalam memberdayakan koperasinya.

Ia mengatakan, di pusat Kopdes Merah Putih dibidangi oleh Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, salah satu yang diharuskan adalah mereka mempunyai akun Sistem Koperasi Desa Kelurahan (Simkopdes) Merah Putih.

Meski 716 koperasi di Bali sudah memiliki akun Simkopdes, menurut Try Arya bisa saja mereka hanya mengenal teknologi digital tersebut dan bukan berarti sudah paham digital, sehingga tetap perlu pendampingan.

Targetnya, tidak hanya paham digital untuk keperluan internal dan organisasi, kopdes yang memiliki potensi produk unggulan bisa memasarkan usahanya di pasar digital sehingga selain memenuhi kebutuhan masyarakat desa, juga menjual ke luar.

Lebih jauh, selain Kopdes Merah Putih, Diskop UKM Bali meminta penyedia sistem digital melakukan penguatan digital ke koperasi yang sudah ada dan UMKM, sebab hingga saat ini masih banyak dari mereka yang mencari-cari ilmu dan menyesuaikan layanan yang dibutuhkan.

“Belum semua UMKM dan koperasi yang bisa atau familiar terkait kemajuan teknologi informasi, sedangkan sekarang sudah tidak mungkin kita tidak memakai kemajuan teknologi informasi itu, dari laporan keuangan, operasionalnya sehari-hari, dan juga untuk akses pemasaran itu perlu digitalisasi,” ujarnya.

“Kalau koperasi simpan pinjam pasti sudah memakai digitalisasi atau aplikasi keuangan, tapi koperasi sektor riil banyak yang belum terlalu, pengenalan diri mereka sudah memakai digitalisasi website tapi dalam operasionalnya banyak yang belum, ada juga beberapa koperasi yang dari perekrutan anggota pun mereka sudah lewat digital, tapi belum merata,” sambung Try Arya.

Mendengar kebutuhan tersebut, Koordinator Kooperasi.com Bali PT Revitalisasi Jaya Nusantara Windha Putri menyatakan pihaknya siap membantu memperkuat pemahaman digital koperasi-koperasi di Bali.

Berdasarkan pembagian yang sudah diatur Kementerian Koperasi sendiri, mereka mendapat bagian mendampingi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Di Bali, mereka akan mengkaji kebutuhan koperasi terutama Kopdes Merah Putih, namun saat pantauan awal diketahui literasi digital yang masih perlu diasah ada di seluruh kabupaten/kota tidak mengerucut di salah satu saja.

“Semua kabupaten sama ya terkait dengan digitalisasi karena masing-masing koperasi itu punya pasar dan bisnis model sendiri, kami banyak sekali melihat bisnis-bisnis model tidak hanya koperasi serba usaha tapi koperasi simpan pinjam juga rata-rata masih manual jadi kami tidak memprioritaskan mana yang lebih dulu,” ujarnya.

Setelah memulai perjanjian kerja sama ini, penyedia sistem digital tersebut akan menggelar pendidikan dan pelatihan, memberikan modul dasar-dasar digital, hingga akses ke perbankan bagi yang membutuhkan permodalan.

Selama pelatihan, Kooperasi.com akan memulai dari penguatan digital untuk tata kelola manajemen anggota, sistem pencatatan, dan promosi usaha.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026