Badung (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Bali menyebut pameran kuliner Food, Hotel, and Tourism Bali (FHTB) merupakan langkah untuk mengangkat citra kuliner Bali.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mengangkat citra kuliner Indonesia dan Bali pada khususnya, sekaligus memperkuat peran kuliner sebagai salah satu daya tarik utama pariwisata Bali yang menyandang predikat pariwisata budaya,” kata Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya.

Sumarajaya di Kabupaten Badung, Selasa, menjelaskan dengan adanya pameran yang menghubungkan sellers atau penyedia produk kuliner dan perlengkapan hotel, restoran, dan kafe (horeka) dengan buyers atau pembeli, maka kebutuhan penunjang pariwisata akan semakin terpenuhi.

Lebih jauh lagi, apabila produk yang dipamerkan adalah produk lokal Bali seperti arak Bali yang sedang digalakkan di bursa pariwisata.

“Ke depannya saya minta kepada penyelenggara agar semakin banyak produk-produk lokal yang dipajang, tadi seperti arak Bali sudah masuk mungkin nanti buah dan lain sebagainya agar dilihat oleh hotel dan pelaku usaha, jadi bisa membantu masyarakat lokal kita,” ujar Sumarajaya.

Dispar Bali mengklaim kuliner Bali memiliki karakter yang khas, unik, dan berbeda dari daerah lain sehingga memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata kuliner dunia.

Apalagi pengusaha kuliner lokal sudah dibina dengan baik dan mempunyai standar yang jelas, seperti produk pertanian yang diproduksi organik dan berkualitas.

“Dengan adanya FHTB diharapkan dapat meningkatkan kualitas kekayaan wisata kuliner Bali, hal ini juga sudah barang tentu akan berdampak positif terhadap perkembangan UMKM dan ekonomi masyarakat Bali,” kata Sumarajaya.

 

Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya dan Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih dorong lebih banyak produk lokal di pameran kuliner FHTB 2026 di Badung, Bali, Selasa 28/4/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

 

Portfolio Director FHTB Meysia Stephanie sendiri menjelaskan bahwa pameran kuliner tersebut merupakan penyelenggaraan ke-14 di Bali, diselenggarakan 2 tahun sekali sehingga itu merupakan tahun ke-28.

Pada tahun 2026 asosiasi menggelar pameran di Bali Nusa Dua Convention Center dari 28-30 April 2026.

Selama kegiatan, mereka menggandeng 250 sellers dan target 14.000 buyers dengan tujuan menghubungkan pelaku usaha dengan kebutuhan pariwisata baik kuliner, perlengkapan horeka, maupun teknologi.

“Kami sebagai penghubung supaya industri kuliner atau hotel tetap tahu tentang inovasi-inovasi, misalnya mesin kopi sekarang sudah banyak pakai AI tinggal sekali pencet, juga seprai sudah pakai bulu domba jadi lebih berkelanjutan,” ujar dia.

Kisah sukses dari perjalanan pameran kuliner FHTB sendiri datang langsung dari Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih, di mana 10 tahun lalu usahanya masuk dalam pameran tersebut.

Kini sebagai wakil rakyat, Bagus Linggih mendorong agar semakin banyak usaha produk lokal yang mendapat panggung dalam festival serupa.

“Saya mengapresiasi FHTB karena saya 10 tahun lalu menjadi eksibitor di sini dan menerima manfaat yang sangat baik, tentu di sini saya tetap berharap bahwa FHTB ke depannya bisa selalu menggandeng IKM dan UKM,” ujar dia.

Bagus Linggih mengusulkan agar pada penyelenggaraan FHTB berikutnya Dispar Bali memiliki satu stan khusus untuk mewadahi beragam produk lokal, mengingat masyarakat Bali sudah banyak berinvestasi terhadap adat istiadat sehingga semestinya bisa menikmati kue di tanah sendiri.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026