Denpasar (Antaranews Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong insan pers di Pulau Dewata untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme, sehingga benar-benar bisa mencerdaskan masyarakat.
"Oleh karena itu, saya maunya para jurnalis itu belajar terus sehingga betul-betul menjadi pilar keempat demokrasi," kata Pastika saat berbincang-bincang dengan para awak media di Denpasar, Jumat.
Menurut dia, pers mempunyai peranan yang sangat menentukan karena menjadi lembaga yang bisa "menekan" dengan bebas dan merdeka.
"Saya mau agar pers Bali itu beda, punya sensitivitas yang luar biasa, tajam dalam menganalisa, yang ujung-ujungnya supaya pemerintahan berjalan dengan baik," ujarnya.
Oleh karena itu, Pastika mendorong awak pers untuk terus memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan. "Jangan sampai menjadi wartawan karena terpaksa," selorohnya.
Selain itu, orang nomor satu di Bali tersebut juga mengingatkan tugas pers untuk mencerdaskan rakyat dengan turut membentuk opini. Termasuk opini terkait figur pemimpin Bali harapan ke depan.
Pastika berpandangan, ketika pemimpin yang terpilih nanti dianggap kurang tepat oleh publik, berarti menjadi tanggung jawab pers juga yang mungkin kurang tepat dalam membentuk opini publik yang mencerdaskan.
Dalam kesempatan itu, gubernur yang akan mengakhiri jabatan pada 28 Agustus mendatang juga membagikan empat kata "ajaib" yang dinilai dapat mengantarkan manusia menjadi orang yang sukses dan merasa aman.
Empat kata ajaib itu adalah, "sabar, cukup, maaf, dan terima kasih". Menurut dia, memang tidak gampang untuk menerapkan keempat kata tersebut.
"Contohya saja untuk sabar, hanya orang kuat yang bisa sabar. Sabar itu sebenarnya punya kekuatan, tetapi tidak digunakan untuk membalas. Demikian juga untuk terima kasih, itu sangat terkait dengan keikhlasan kita," ucap Pastika. (WDY)
