Disperindag Kota Denpasar Selenggarakan Sekolah Pasar

Disperindag Kota Denpasar Selenggarakan Sekolah Pasar

Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Wijaya Mantra memasang celemik kepada pedagang yang mengikuti sekolah pasar di Pasar Agung, Kecamatan Denpasar Utara. (Antara Bali Via Humas Pemkot Denpasar/wdy/2017)

Denpasar (Antara Bali) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Bali, menyelenggarakan "sekolah pasar" bertema "Jaga Pasar Kita" di Pasar Agung, Kecamatan Denpasar Utara, guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, I Wayan Gatra, di Denpasar, Rabu, mengatakan penyelenggaraan sekolah pasar tersebut telah dirintis sejak tahun 2016.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pedagang untuk selalu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan serta mewujudkan terciptanya pasar rakyat yang ramah, tegas dan terpercaya," ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan yang menghadirkan instruktur tim pendampingan pasar dari Ikatan Sarjana Ekonomi (ISE) itu diikuti 40 peserta dari perwakilan empat pasar tradisional, yakni Pasar Sindhu Sanur, Pasar Pedungan, Pasar Tegal Arum dan Pasar Windhu Boga.

"Melalui sekolah pasar tersebut, kami berharap dapat menjadi wahana pembelajaran dan edukasi bersama untuk menciptakan pasar rakyat yang berkualitas dan berdaya saing tinggi serta meningkatkan peran ekonomi kerakyatan," katanya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan pasar tradisional menjadi gerbang pertama dalam upaya mengajak warga masyarakat meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Tidak hanya melakukan penataan fisik pasar dan pengelolaan pasar tradisional bertaraf modern, namun juga saat ini pemerintah Kota Denpasar terus melakukan berbagai program inovasi meningkatkan peran pasar tradisional.

Selain revitalisasi pasar, katanya, sekolah pasar menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional yang bermuara pada peningkatan ekonomi kerakyatan.

Menurut dia, perilaku hidup bersih serta kenyamanan pembeli di dalam pasar menjadi modal penting dalam memajukan sebuah pasar tradisional di tengah serbuan pasar modern saat ini.

"Revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar tidak saja megubah fisik pasar, melainkan diharapkan mampu mengubah pola pikir (mindset) pengelola pasar dan pedagang di dalam memberikan pelayanan kepada konsumen," ucapnya.

Ia mengatakan diselenggarakannya sekolah pasar tersebut diharapkan mampu menjadi media pengembangan ilmu pengetahuan tentang pemahaman pasar rakyat yang ramah, segar dan terpercaya sebagai sinergi program pemerintah pusat dengan Pemerintah Kota Denpasar di dalam menciptakan pasar yang layak dan sehat.

Selain memberikan pemahaman kepada pedagang, sekolah pasar ini juga dibentuk sebagai wahana belajar bersama, bertukar pikiran serta sebagai tempat persamaan gagasan inovasi dan kemajuan pasar rakyat ke depan.

"Kami mengambil contoh, di Pasar Agung dan Pasar Sindhu dengan omzet sebelum revitalisasi berkisar Rp2 miliar sampai dengan Rp3 miliar, namun sekarang setelah direvitalisasi bisa mencapai Rp14 miliar, jadi bahwa pasar rakyat itu mampu bersaing," kata Wali Kota.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan sebanyak 600 celemek kepada pedagang, yakni sebanyak 190 buah untuk pedagang Pasar Padangsambian, 40 buah Pedagang Pasar Sindhu, 145 buah Pedagang Pasar Tembawu, dan 225 buah Pasar Intaran. (WDY)