Bupati Tabanan Harapkan Antropolog Menjembatani Keberagaman Budaya

Bupati Tabanan Harapkan Antropolog Menjembatani Keberagaman Budaya

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai pembicara utama dalam Seminar Antropologi Universitas Udayana Denpasar. (Antara Bali/Komang Suparta/wdy/2017)

Denpasar (Antara Bali) - Bupati Tabanan, Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti mengharapkan para antropolog mampu menjembatani keberagaman kebudayaan di Tanah Air, termasuk keberadaan suku, agama, ras dan antar-golongan dapat memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dengan disiplin ilmu antropologi, saya harapkan para antropolog mampu menjembatani dan menyatukan di tengah perbedaan suku, agama, ras dan antar-golongan dalam memperkuat NKRI," kata Bupati Eka Wiryastuti, seusai sebagai pembicara utama dalam "Seminar Antropologi : Masyarakat Harmonis dalam Bingkai Kearifan Lokal" di Kampus Universitas Udayana Denpasar, Bali, Rabu.

Eka Wiryastuti menekankan mahasiswa dan para antropolog untuk lebih banyak melakukan kegiatan penelitian, sehingga keragaman kebudayaan di Indonesia dan dunia lebih menyentuh masyarakat.

"Penelitian kebudayaan sangat penting dalam upaya mengenal beragam budaya di Indonesia, oleh karena itulah mahasiswa dan para antropolog sangat berperan untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat," ujar dia.

Di hadapan peserta seminar itu, Eka Wiryastuti juga memberi motivasi kepada generasi muda agar inovatif dan kreatif, sebab dalam setiap disiplin ilmu akan mengharapkan akselerasi lebih baik ke depannya.

"Semangat untuk melakukan inovasi di era globalisasi sangatlah memungkinkan, begitu juga dalam melakukan penelitian kebudayaan tidak terlepas juga dalam menjaga kebudayaan lokal tersebut," ujarnya.

Menurut dia, kebudayaan Indonesia yang beragam ini patut disyukuri, karena dengan perbedaan tersebut akan mengenal satu dengan yang lainnya. Namun kerangka tersebut tetap dalam dasar negara Pancasila.

"Keberagaman kebudayaan tersebut juga sudah dirangkum dalam nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang tertuang dalam Pancasila tersebut. Karena itu sebagai bangsa Indonesia harus menjaga pluralisme tersebut," ucapnya.

Kegiatan seminar juga menghadirkan pembicara dosen Antropologi Universitas Udayana Prof Dr. Anak Agung Anom Kumbara, yang juga dihadiri utusan alumni dan mahasiswa antropologi seluruh Indonesia. (WDY)