Denpasar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menemukan terjadi penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) penduduk usia kerja perempuan di Bali.
“Jadi pada November 2025 partisipasi angkatan kerja meningkat pada penduduk laki-laki tapi menurun pada penduduk perempuan,” kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Kamis.
“Pada penduduk perempuan, dari 70,84 persen Agustus 2025 menjadi 68,05 persen di November yang terlibat dalam kegiatan perekonomian baik pekerja maupun pencari kerja,” imbuhnya.
Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, BPS Bali mendata jumlah penduduk usia kerja yakni berusia 15 tahun ke atas di Bali sebanyak 3,56 juta orang.
Dari jumlah tersebut, yang berpartisipasi sebagai angkatan kerja hanya 2,71 juta orang atau turun 30,37 ribu.
Saat survei pada Agustus, TPAK mencapai 77,31 persen, sedangkan November mencapai 76,29 persen dengan penurunan yang didominasi oleh perempuan.
BPS Bali tidak ingin melihat kondisi ini dari sisi negatif, sebab ada kemungkinan partisipasi kerja dari perempuan Bali turun karena ekonominya sudah baik.
“Itu perlu diteliti lagi, perlu dilihat lebih dalam, misalnya ketika menikah, suaminya sudah tercukupi jadi dia tidak perlu bekerja lagi, orang yang tidak turun ke lapangan pekerjaan tidak selalu berarti negatif,” ujar Agus Gede.
“Selain itu bisa jadi orang yang keluar dari aktivitas ekonomi karena melanjutkan sekolah,” sambungnya.
Meskipun jumlah perempuan Bali yang menjadi angkatan kerja menurun, BPS Bali melihat para perempuan yang masih menjadi angkatan kerja justru tinggi terserap oleh lapangan kerja.
Diketahui dari 2,71 juta angkatan kerja itu, sebanyak 2,67 juta orang di antaranya sudah bekerja dan 39,25 ribu orang masih mencari atau pengangguran.
Jumlah pengangguran itu turun 1,74 ribu orang pada November, sebab bulan Agustus jumlahnya 40,99 ribu orang, dan yang mendominasi turunnya pengangguran adalah perempuan.
“Tingkat pengangguran terbuka menurut jenis kelamin yang tercatat turun adalah perempuan, jadi pengangguran perempuan berkurang secara persentase dari 1,48 persen jadi 0,87 persen, sementara untuk laki-laki penganggurannya naik 1,51 persen jadi 1,91 persen,” ujar Agus Gede.
Ini menandakan perempuan Bali yang masih terjun ke lapangan pekerjaan memiliki potensi untuk mengisi berbagai lapangan usaha.
BPS Bali turut mendata lapangan usaha yang tersebar, dimana penduduk Bali secara umum dominan bekerja di lapangan usaha perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan akomodasi makan minum.
Ada beberapa lapangan usaha yang menunjukkan penurunan penyerapan kerja pada November 2025 seperti pertanian dan pendidikan, namun lapangan usaha akomodasi makan minum meningkat penyerapannya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026