Protes warga tersebut berkaitan dengan kasus rebutan Pura Dalem dan Prajapati serta lahan kuburan di Desa Kemoning antara warga dari Blok Kangin dan Blok Kelod.
Sebanyak 14 spanduk dan baliho tampak dipasang warga di sejumlah tempat di desa tersebut.
Ratusan warga Blok Kangin dengan mengenakan pakaian adat Bali itu, tampak ramai-tramai memasang spanduk dengan diiringi tetabuhan tradisional "baleganjur".
Kalimat yang terpampang dalam spanduk itu antara lain berisikan protes kepada warga Blok Kelod yang telah mengeluarkan SK terkait keberadaan Pura Dalem dan Prajapati serta kuburan di Desa Kemoning.
Spanduk itu antara lain bertuliskan "Pura Dalem warisan leluhur kita", "Cabut SK 01 2011 yang merupakan hasil rapat dengan bupati".
Selain nada protes, pada spanduk juga dikemukakan agar panitia karya menunda karya di pura tersebut yang rencananya dilakukan 27 Juli mendatang, dengan alasan bahwa warga yang berselisih paham antara Blok Kangin dengan Blok Kelod, hingga kini belum sepakat untuk melaksanakan upacara itu.
Mereka juga meminta agar para sulinggih atau pendeta menunda karya atau upacara yang akan dilaksanakan di Pura Dalem tersebut.
"Aksi pemasangan spanduk oleh warga itu merupakan tindakan spontan," kata I Gede Suardana, ketua tim penyelesai sengkata Pura Dalem dan Prajapati di Desa Kemoning.
Pria yang juga tokoh masyarakat Desa Kemoning itu mengatakan bahwa aksi pemasangan spanduk sebagai wujud kekecewaan warga dari Blok Kangin sehubungan warga dari Blok Kelod telah bertindak dengan sewenang-wenang, yakni mengklaim Pura Dalem itu miliknya.
Ditanya soal tujuan pemasangan spanduk, Suardana mengatakan untuk menunjukan kepada publik agar mereka mengerti soal kedudukan pura tersebut yang sesungguhnya.
"Ini bukan demo, tapi bentuk ungkapan rasa kesal dari warga Blok Kangin," ujarnya menandaskan.
Sementara itu polisi nampak berjaga-jaga melakukan upaya pengamanan. dipimpin langsung Kepala Bagian Operasional Polres Klungkung, Kompol Dewa Putra Sugawa.
Pengerahan dua pleton petugas Dalmas tersebut tampak dipimpin Kepala Bagian Operasional Polres Klungkung Kompol Dewa Putra Sugawa.
Aksi pemasangan spanduk itu sempat berlangsung tegang karena ada warga Desa Kemoning yang tiba-tiba kesurupan. Massa yang tampak memanas, nyaris menghakimi warga yang kesurupan tersebut, namun keburu diamankan petugas.
Usai melakukan aksinya, massa terlihat membubarkan diri dengan tertib pada pukul 12.00 Wita dengan pengawalan petugas.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.